HALO SEMARANG – Kota Semarang kini menghadapi masalah serius dengan meningkatnya jumlah ruas jalan berlubang. Tidak hanya di jalan pinggiran, tetapi juga di sejumlah jalan protokol. Kerusakan ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir, yang mengikis kondisi jalan.
Salah satu lokasi yang terpantau dengan jalan berlubang adalah Jalan Padamaran di Kecamatan Semarang Utara. Namun, masalah ini juga terlihat di jalan raya protokol, seperti Jalan Walisongo dan Jalan Urip Soemoharjo, yang merupakan jalur utama Semarang-Kendal. Setidaknya terdapat lima titik lokasi kerusakan, antara lain di perempatan Hanoman, depan Kecamatan Tugu, jalan raya Mangkang di depan rumah makan Sampurna, depan Universitas Terbuka (UT), dan di jembatan Sungai Bringin.
Jalan rusak ini sebagian besar terjadi di area yang dilapisi aspal, yang kini mengelupas dan ambles. Kondisi ini diperparah dengan lalu lintas kendaraan berat dan bus, yang membuat lubang semakin melebar. Sebagai jalan nasional, jalur ini merupakan akses utama non-tol dari Semarang ke Jakarta dan sebaliknya, dengan volume kendaraan yang cukup padat setiap hari.
Warga setempat, Diki, mengungkapkan kekhawatirannya akan kondisi jalan yang berlubang ini. “Kondisi jalan yang semakin parah sangat mengganggu pengendara. Beberapa lubang cukup dalam dan membahayakan,” katanya pada Senin (10/2/2025). Ia menambahkan, “Jika tidak segera ditangani, ini bisa menyebabkan kecelakaan, terutama di malam hari ketika visibilitas rendah.”
Diki berharap pihak dinas terkait segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan yang berlubang. “Karena ini adalah jalan nasional yang dilalui banyak kendaraan setiap hari, penanganan cepat sangat diperlukan agar pengendara merasa aman saat melintas,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap masalah ini, diharapkan pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi jalan dan menjaga keselamatan pengendara di Kota Semarang.(HS)