PULUHAN rider supermoto dari berbagai provinsi di Indonesia menjajal trek Sirkuit Mijen, Semarang yang terkenal dengan lintasan basahnya. Sehingga skill setiap pebalap diuji keandalannya untuk menaklukan sirkuit sepanjang 1,6 kilometer tersebut. Hal ini terlihat dari ajang kejuaraan supermoto Trial Game Asphalt (TGA) tahun 2022 yang digelar pada Jumat- Sabtu ( 2-3 Desember 2022).
Pada hari pertama, Jumat (2/12/2022) siang, pebalap harus bersaing sengit meski di tengah guyuran hujan yang tak menjadi penghalang untuk menyelesaikan setiap putaran dengan total 12 tikungan. Setiap pebalap nampak tampil percaya diri dan dengan mental baja berjuang untuk menjadi yang tercepat.
Salah satu pebalap, Jeany Harmono saat menjajal lintasan mengaku, Sirkuit Mijen ini cukup menantang. Meski dirinya sudah berkesempatan mencoba karakter lintasan tersebut pada beberapa waktu sebelumnya.
“Sudah 4 kali lomba di sini, pas kali ini saat jajal lintasan kebetulan hujan jadi butuh kecermatan dan penyesuaian di motornya. Kalau trek basah, harus sesuaikan gear belakangnya dan pakai ban khusus basah, dan narik gasnya sedikit dikurangi, jangan terlalu agresif,” terangnya, saat ditemui usai jajal lintasan sirkuit Mijen.
Dirinya juga punya kesan tersendiri saat lomba di sirkuit Mijen. Kondisi sirkuit cukup bagus, namun sedikit kendala karena masih tergolong aspal baru. “Kalau aspal baru, harus mengurangi sedikit gasnya. Namun secara umum, kondisi sirkuit cukup baik,” imbuh pebalap wanita yang ikut dikelas FFA 450 dan 175 Master di ajang TGA ini.
Pebalap dari tim JHOO Momo Jpx Gordon ini mengaku, telah bergelut di dunia motor balap motor sejak 1995 dan pernah menjadi juara nasional wanita di ajang balapan pada tahun 1999.
“Dulu tahun 1995 ikut balap road race, sempat berhenti tahun 2008, dan 2011 lanjut lagi ikut supermoto ini. Semoga di sini, saya bisa meraih hasil optimal, malam ini masih balap lagi untuk penentuan poll position untuk balapan besok,” paparnya.
10 Kelas
Sementara, Jim Sudaryanto, pimpinan lomba TGA di Sirkuit Mijen ini mengatakan, total peserta ada 78 starter di 10 kelas yang dipertandingkan. Peserta memang lebih banyak peserta dari Pulau Jawa, dari Semarang, Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta serta lainnya.
“Dipertandingkan 10 kelas, 3 kelas utama dan tujuh kelas pendukung. Untuk Komunitas masuk kategori kelas pendukung,” katanya.
Dikatakan dia, perbedaan di lintasan sirkuit Mijen Semarang ini memang berbeda, karena punya trek basah. Jadi kalau diguyur hujan sebentar saja seperti hari pertama ini, akan dicek genangan, jika tidak memungkinkan lomba akan distop sementara.
“Karena hujan agak lebat kondisi trek rawan agak tinggi genangan, kalau reda baru dilanjutkan lagi tentunya dengan jarak pandang pebalap yang baik,” tambahnya.
Meski demikian, dari balapan tersebut para pebalap bisa menaklukan lintasannya. “Meski trek basah setelah diguyur hujan dan kena hujan mereka bisa latihan dengan kecepatan tinggi. Tidak ada yang terpeleset, karena sudah menyesuaikan dengan lintasan ini,” jelasnya.
Sedangkan rangkaian TGA, lanjut dia, pada hari pertama penentuan pole position untuk besok Sabtu (3/12/2022). “TGA ini seri penentuan atau final pemilihan juara umum dari dua seri sebelumnya. Yakni seri Purwokerto dan di Boyolali,” pungkasnya.(HS)