HALO SEMARANG – Pada awal tahun 2026, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan Taman Abdulrahman Saleh, di Kelurahan Manyaran, Semarang Barat pada Rabu (7/1/2026). Peresmian taman Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Walikota Semarang yang turut dihadiri jajaran Forkompimda dan Kepala OPD pemerintah kota Semarang serta stake holder setempat.
Walikota Semarang, Agustina Wilujeng menjelaskan, bahwa taman Abdurarahman Saleh ini sebagai ruang bermain ramah anak dan aktivitas publik masyarakat sekitar. Dengan adanya taman ini sekaligus untuk menambah daftar ruang publik berkualitas untuk masyarakat di Kota Semarang.
“Taman bermain anak di Abdulrahman Saleh ini, menjadi yang ketiga kami hadirkan, setelah sebelumnya di Taman Kedondong (Lamper Tangah, Semarang Selatan), dan Taman Bumirejo (Pudakpayung),” jelasnya, Rabu (7/1/2026).
“Taman Abdulrahman Saleh ini untuk menambah taman bermain ramah anak, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Semarang yang akan memberikan sebanyak banyaknya ruang publik bagi kepentingan masyarakat, langkah yang kita lakukan ini untuk mempertahankan predikat kota layak anak kategori utama yang didapatkan tahun 2025, sehingga membawa tanggungjawab yang besar, dan taman bermain ramah anak taman Abdulrahman Saleh adalah terjemahan nyata dari predikat tersebut,” sambung Agutina sapaan akrab Walikota Semarang.
Agustina juga meminta dukungan seluruh masyarakat, dan para stake holder setempat di sekitar taman untuk ikut bersama sama merawat, melindungi agar jadi taman benar -benar ramah anak.
“Penyakit yang akan muncul biasanya banyak lahan kosongnya nanti dipakai hal- hal lain yang bersifat menetap, saya berpesan kepada kelurahan setempat bahwa untuk bersama sama menjaga agar murni jadi taman, tidak jadi tempat aktivitas ekonomi lain. Lalu, penyakit lainnya yaitu tidak ada yang merawat, pohon- pohon menjadi layu karena tidak ada yang menyirami,” ujarnya.
Selain itu, Agustina berharap masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan taman tersebut.
“Saya minta kepada orangtua atau pendamping yang mengawasi saat anaknya berada di sini, nanti bisa membuang sampah di tempat sampah yang disediakan. Kalau kita tertib, nanti anak anak kita juga ikut mencontoh hal kecil itu, sekaligus memberikan pendidikan dan mengasah kemampuan anak untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari harinya,” pungkasnya.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang, Suwarto menambahkan, bahwa Raman Abdulrahman Saleh ini dilengkapi dengan playground, dan tempat aktivitas publik masyarakat. Taman ini dibangun dan dibiayai melalui APBD Kota Semarang Tahun 2025. Dengan nilai anggaran Rp 2,4 miliar.
“Taman ini memiliki luas 2000 meter persegi dengan mengusung konsep ruang bermain ramah anak (RBRA), Taman Abdulrahman Saleh dirancang sebagai ruang publik yang aman, inklusif, dan edukatif. Berbagai fasilitas bermain anak disediakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak,”katanya.
Keberadaan taman ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak, sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan Fasilitas lain yang terdapat di taman Abdulrahman Saleh antara lain toilet, jogging track, stage show, serta CCTV.
Ada beberapa pohon ada diberikan barcode khusus untuk anak-anak nanti bisa mengetahui jenis pohon, usia dan sebagainya.
“Ada juga green house dan ruang untuk berkegiatan sebagai tempat bermain, taman ini juga diharapkan menjadi ruang interaksi sosial dan rekreasi keluarga bagi masyarakat sekitar,” paparnya.
Diharapkan taman ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat serta dijaga bersama agar tetap bersih, aman, dan nyaman.
“Taman ini akan didaftarkan dalam penilaian dan sertifikasi ruang bermain layak anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Setelah ini, kami akan membangun taman serupa di Taman Garoot (Lamper Kidul),” pungkasnya. (HS-06)


