HALO SEMARANG – Calon anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029 dari dapil Jateng IX, Wahyudin Noor Aly, menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Menurut politisi PAN yang akrab disapa Goyud, dan sedang mengikuti Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Calon Anggota DPR RI itu, mengungkapkan hingga saat ini dirinya masih sedang mengidentifikasi masalah-masalah di dapilnya. Berbagai masalah itu, nantinya akan dia perjuangkan di Parlemen.
”Kalau rencana (apa yang akan diperjuangkan), kita (sedang) identifikasi. Ini kan sudah dikatakan masalah-masalah. Ada satu hal yang di benak kita karena (Dapil Jateng IX adalah tempat) kelahiran saya, adalah miskin ekstrem. Kalau bisa lima tahun itu sudah hilang,” kata Goyud, di Jakarta, Sabtu (21/9/2024) seperti dirilis dpr.go.id.
Untuk saat ini, sembari mengidentifikasi masalah, ungkap Goyud, dirinya sedang banyak belajar terutama dari para seniornya di DPR terkait mekanisme kerja di Senayan.
Hal ini penting menurutnya, guna aspirasi dan masalah di Dapilnya bisa cepat terselesaikan.
“Kalau bisa lima tahun (kemiskinan) itu sudah hilang,” kata dia.
Dia mengaku harus lebih banyak belajar dari para senior di lembaga legislatif, terutama di DPR RI, yang menurut dia agak beda.
Menurut dia, untuk di DPRD Jawa Tengah, semuanya sama dan tidak ada pembedaan hak di masing-masing komisi.
“Karena di sini saya belum tahu. Mungkin saya belum bisa ngomong banyak, tapi kita mencoba tadi. Mengidentifikasi masalah-masalah mana yang harus bisa kita bantu. Sehingga masalahnya itu bisa selesai,” ujarnya.
Menyambut baik semangat Goyud, legislator yang kembali terpilih, Agung Widyantoro mengungkapkan dirinya merasa bersyukur dan senang di Dapil Jawa Tengah IX bertambah satu lagi kekuatan untuk mendukung kemajuan di Dapil Brebes, Tegal, dan Kota Tegal tersebut.
“Kita ketambahan satu jagoan lagi. Sahabat saya, Om Goyud. Yang insya Allah nanti akan lebih melengkapi bagaimana kita sama-sama berjuang untuk Dapil Brebes, Tegal, dan Kota Tegal,” kata dia.
Dia menyebut banyak pekerjaan rumah yang harus digarap, sehingga tidak mungkin dikerjakan sendiri selama lima tahun ke depan.
Persoalan-persoalan itu antara lain jalan rusak, pupuk langka, harganya mahal, dan kerusakan infrastruktur pertanian.
“Kita nanti akan kolaborasi sama Om Goyud dari Fraksi PAN. Angka kemiskinan menurun, Cuma di Kabupaten Brebes ini (kemiskinan) menurun kepada anak cucunya. Nah, ini tantangan kita. Challenge ke depan. Kita akan kerja keras,” kata dia. (HS-08)