in

Ini Kronologi Dugaan Aksi Tawuran Antar-Kelompok Pelajar di Kendal 

Foto ilustrasi tawuran.

HALO KENDAL – Dugaan aksi penganiayaan yang mengakibatkan satu pelajar meninggal dunia dan satu lagi luka berat yang terjadi di Jalan Raya Glagah, Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, diduga akibat tawuran oleh dua kelompok remaja.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Mashirat Uzhma Maryanto (Usma), pelajar kelas X SMK swasta di Kendal, warga Gang Gembyang I RT 02 RW 01 Kelurahan Patukangan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal.

Sedangkan korban yang mengalami luka robek di bahu kanan, atas nama Muhammad Farhan Riuadi, pelajar kelas XII SMA di Weleri, warga Desa Mentosari RT 2 RW 1 Kecamatan Gringsing, Batang.

Kapolres Kendal AKBP Feria Kurniawan dalam laporannya menyampaikan kronologi, aksi tawuran terjadi Minggu (20/8/2023) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Saat itu telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Korban meninggal akibat aksi tawuran antara kelompok Mozza dan kelompok Kendal Mistik dengan menggunakan senjata tajam.

Awal mula kejadian sekira pukul 01.00 WIB, korban Farhan bersama dengan teman-temannya (yang diamankan) mendapatkan pesan Whatsapp yang berisi “Ayo melu gabung Mozza War neng lemah abang karo Kendal mistik” (Ayo gabung kelompok mozza untuk ikut tawuran di tanah merah dengan Kendal Mistik).

Kemudian Farhan berboncengan dengan temannya, diikuti teman-teman lainnya dengan tiga sepeda motor berangkat menuju ke lokasi tawuran dan bertemu dengan teman lainnya yang sudah menunggu di jembatan Sumberagung Weleri sekira pukul 01.30 WIB.

Selanjutnya, di Perum Caruban Ringinarum, rombongan korban Farhan bertemu dengan kelompok Mozza dengan yang jumlah sekitar 10 orang dan bersama-sama menuju lokasi.

Berikutnya, di pertigaan palang pintu kereta api ikut Desa Caruban tersebut, kelompok Mozza bertemu dengan kelompok korban Usma yang berjumlah sekitar lima orang dan ikut bergabung dengan kelompok Mozza yang berjumlah 20 orang, kemudian menuju ke lokasi Tanah Abang.

Sesampainya di lokasi, kelompok Mozza yang berjumlah 25 orang menunggu kedatangan dari kelompok Kendal Mistik kurang lebih 10 menit. Karena kelompok Kendal Mistik tak kunjung datang, kemudian dari kelompok Mozza melanjutkan perjalanan ke arah Timur.

Sekira pukul 02.00 WIB kelompok Mozza yang dari arah Barat menuju ke Timur bertemu dengan kelompok Kendal Mistik yang berjumlah sekira 30 orang di Jalan Raya Glagah, Desa Pamriyan RT 01 RW 02, Kecamatan Gemuh, Kendal yang datang dari arah Timur.

Selanjutnya, di lokasi kejadian tersebut terjadi perkelahian massa antardua kelompok dengan menggunakan senjata tajam.

Dari kelompok Mozza korban Usma terkena sabetan senjata tajam dari kelompok Kendal Mistik. Kemudian korban Usma melarikan diri ke arah Barat dan dikejar oleh kelompok Kendal Mistik. Korban Usma kembali terkena tebasan senjata tajam pihak lawan dan terjatuh.

Pada waktu yang bersamaan korban Farhan yag mencoba menolong Usma juga menjadi korban amukan massa lawannya.

Usai kejadian, rekan-rekan korban kemudian membawa Usma dan Farhan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, tujuannya untuk segera mendapat perawatan.

“Sesampainya di RSI Weleri korban Farhan mendapat perawatan medis berupa jahitan di lengan kanan, sedangkan korban Usma sudah tidak sadar dan akhirnya meninggal dunia di RSI Weleri,” tutup Kapolres.

Salah satu warga yang tinggal di lokasi kejadian, Bai mengaku, kejadiannya saat itu mencekam. Dirinya hanya melihat kejadian dari dalam rumah, karena takut menjadi sasaran.

“Ngeri sekali kejadiannya. Banyak senjata tajam yang dibawa,” ujarnya.(HS)

Satu Pelajar Meninggal Dunia, Diduga Korban Tawuran di Kendal

Pembuktian Kehebatan Pembalap Utama Ducati