BERAWAL dari melihat kakaknya yang sering bermain bola, menumbuhkan minatnya untuk mengikuti jejak sebagai pemain sepak bola. Meski olahraga sepakbola identik dengan kaum pria, namun bagi Asyifa Sholawa (11) siswi SD Negeri 2 Rendeng, Kudus tidak minder terus mengasah skillnya saat di lapangan hijau. Bahkan, saat ini dia ikut berlatih dengan para siswa lainnya di Sekolah Sepakbola (SSB) yang didominasi pria, dimana dia bergabung saat ini.
Bagi siswi yang akrab dipanggil dengan nama Syifa ini menjelaskan, bahwa mulai mengenal sepakbola dan memiliki ketertarikan dengan olahraga populer ini sejak umur delapan tahun. Saat itu, dia sering melihat kakaknya bermain sepakbola. Sehingga dia pun mengikuti minatnya untuk bermain bola.
“Awalnya sering lihat kakak bermain bola, lalu saya ingin jadi pemain sepakbola. Idola saya pemain sepakbola Cristiano Ronaldo. Karena permainannya bagus,” terang Syifa, di acara Jumpa pers, Ajang Milklife Soccer Challenge 2023 di Arena Supersoccer Arena, Kudus, Rabu (14/6/2023).
Syifa mengatakan, dirinya mengidolakan pemain bintang Christiano Ronaldo yang saat ini bermain di Liga Arab, sebab punya banyak prestasi. Sehingga memotivasi dirinya saat berlatih agar ke depannya menjadi pemain sepakbola berkelas.
Sedangkan persiapan yang dilakukannya untuk mengikuti ajang kejuaraan Milklife Soccer Challenge yang diinisiasi Bakti Djarum Foundation ini sangat serius. Dirinya berlatih fisik serta mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar dan mental minimal empat kali dalam sepekan.
“Biasanya berlatih sepakbola sering dengan temen-temen di SSB. Kalau main sama mereka tidak pernah minder, justru saya ambil posisi sebagai bek kanan,” imbuh Syifa yang duduk dikelas 4 SD ini.
Syifa, meski posisinya sebagai penyerang di tim puteri, dia tak canggung untuk bergabung dengan siswa SSB lainnya.
“Sudah biasa main dengan mereka, dan tidak takut kepanasan karena sudah biasa. Saya ingin berlatih terus dan ingin menjadi atlet sepakbola profesional,” kata siswi yang juga dinobatkan sebagai Best Player pada Festival Sepakbola Kelompok Umur 10 Bupati Cup 2022.
Dia pun menceritakan pengalaman bermain bola, dan pernah dilanggar pemain lawan, namun tidak vatal.
“Pernah nangis karena dilanggar pemain lawan tapi tidak masalah. Istirahat sebentar terus bermain lagi,” pungkas Syifa, sembari tersenyum.
Mantan Pemain Nasional era tahun 70- an, Budhi Tanoto, yang hadir dalam acara, menjelaskan, bahwa untuk membentuk atlet sepakbola profesional menurutnya harus dimulai dari sejak usia dini. Yakni mengasah skill sepakbola dimulai dari teknik dasar seperti menendang bola, dan lainnya. Porsi latihan dasar itu juga ditambah bisa dilakukan di rumah.
“Selain itu melatih fisik, karena olahraga sepakbola butuh fisik yang mumpuni. Kalau tidak didukung fisik yang bagus, akan sulit untuk bermain bola. Seperti yang dilakukan Syifa ini, saya salut untuk jadi pemain profesional. Semoga dengan kejuaraan ini bisa memunculkan Syifa lainnya,” papar mantan penyerang tim PSSI junior, juga pernah berlaga di kejuaraan FIFA
World Youth Tournamen di Tokyo, Jepang pada 1979. (HS-06)