in

Identitas Penemuan Jasad di Sungai Tuntang Teridentifikasi, Polisi Kini Dalami Penyebab Kematian 

Evakuasi penemuan jasad laki-laki tanpa identitas di Sungai Tuntang yang berada di Dusun Mengkelang, Kelurahan Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (28/2/2022) sore. 

HALO SEMARANG – Satreskrim Polres Semarang terus melakukan penyelidikan terkait penemuan jasad di Sungai Tuntang yang berada di Dusun Mengkelang, Kelurahan Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (28/2/2022) sore.

Pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap identitas korban setelah dilakukan visum et repertum (VER) luar menggunakan alat Mobile Automated Multi- Biometric Identification System (MAMBIS). Saat ini aparat sedang mendalami penyebab kematian korban.

“Dari hasil pemeriksaan sidik jari Mambis terhadap korban oleh tim inafis Polres Semarang didapatkan identitas korban berinisial R, warga Madiun Jawa Timur, perkiraan umur 20 sampai 30 tahun,” ujar Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Tegar Satrio Wicaksono, Rabu (1/3/2022).

Setelah mendapatkan identitas korban, AKP Tegar langsung meminta personilnya untuk segera menghubungi keluarga korban dan melakukan penyelidikan.

“Informasi awal yang kami dapatkan, korban diketahui meninggalkan rumah seminggu sebelum ditemukan,” tuturnya.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, Tegar menambahkan pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari tim Dokkes Polri di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

“Terdapat beberapa luka di leher dan pelipis korban, cuma untuk memastikan itu luka apa dan sebagainya kita tunggu hasil autopsi,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di Sungai Tuntang, tepatnya di Dusun Mengkelang, Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (28/2/2022) sore.

Terdapat ciri fisik berupa tato di dada korban bertuliskan “Hopes & Robert”. Selain itu, ditemukan pula sebuah tas ransel yang melekat pada tubuh korban berisi dua bongkah batu.

Anjas warga Lopait, Tuntang yang saat itu sedang berada tak jauh dari lokasi penemuan mengatakan kali pertama mayat ditemukan oleh warga yang sedang memancing.

“Waktu itu yang mancing liat ada yang mengambang, setelah dipastikan ternyata mayat. Saya bantu mengangkat mayat ke tepian bersama warga,” ungkapnya.

Setelah penemuan itu, ia bersama warga kemudian melaporkannya ke petugas kemanan PT Sarana Tirta Utama (STU) yang berada di sekitar lokasi penemuan mayat.

“Setelah itu pihak sekuriti langsung lapor ke polisi dan tim SAR Kabupaten Semarang,” imbuhnya. (HS-06)

Belasan Agen Bus yang Nekat Mangkal di Terminal Bayangan Ditertibkan

Penderita Retradasi Mental dapat Bantuan dari Polres dan Bhayangkari Kendal