HALO KENDAL – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi mulai sore hingga Senin malam (20/1/2025), mengakibatkan permukiman warga di sejumlah titik di Kabupaten Kendal mengalami kebanjiran.
Dari berbagai informasi yang dihimpun, banjir terjadi di wilayah Kecamatan Brangsong, Kendal, Patebon, Ngampel, Cepiring, dan Kecamatan Rowosari.
Bahkan di wilayah Patebon, banjir terparah diakibatkan adanya kebocoran tanggul Sungai Bodri.
“Menginfokan, di Desa Lanji Patebon sudah ada tiga titik jebolan tanggul. Dan ini kondisi air semakin naik,” ujar salah satu warga yang merekam kejadian secara amatir, di wilayah Desa Lanji.
Warga lain juga melaporkan, kondisi di Desa Kebonharjo, Patebon, banjir sudah masuk ke permukiman setinggi satu meter lebih.
“Patebon sebelah jembatan arah barat juga sudah jebol,” timpal warga lainnya dengan rekaman video.
Di tempat lain, warga di Kecamatan Rowosari, Abbas juga melaporkan kondisi kampungnya pada pukul 23.35 WIB yang rata-rata rumah warga sudah kemasukan air setinggi 5 – 10 sentimeter. “Ini dekade banjir besar,” ujarnya.
Warga Rowosari lainnya Tri Gunanto juga merekam kodisi rumahnya yang mulai kemasukan air Selasa (21/1) dinihari sekira pukul 2.10 WIB.
“Banjir-banjir, waspada lhur. Banjir sudah masuk rumah,” gumamnya.
Sementara Perangkat Desa Ngampel Wetan Kecamatan Ngampel, Ikhsanudin melaporkan, banjir lumayan besar terjadi di wilayah Dukuhsari. Air masuk ke permukiman warga 15 – 20 sentimeter.
Nampak dalam rekaman video amatir, beberapa warga dibantu Babinsa setempat mengamankan barang-barang dari rumah seorang warga supaya tidak terendam banjir.
“Sudah ada dua RT yang terdampak banjir. Cenderung masuk tiga RT, warga kami imbau untuk tetap tenang dan waspada,” ujar Ikhsanudin dalam rekaman video dengan latar belakang banjir. (HS-06)