HALO SPORT – Joan Mir, rider Repsol Honda, merasa timnya masih kesulitan untuk bersaing hingga MotoGP 2024 menyelesaikan 11 seri.
Menjadi ujung tombak Repsol Honda, Mir (26) belum bisa mempersembahkan hasil memuaskan pada musim ini.
Pada Grand Prix (GP) Austria, 18 Agustus lalu, juara dunia MotoGP 2020 ini pulang dengan tangan hampa.
Dengan motor Honda RC213V, Joan gagal meraih poin lantaran finis di posisi ke-17.
Performa motor RC213V masih menjadi sumber episode-episode nelangsa yang menimpa pembalap berkebangsaan Spanyol ini.
Bagi rekan setim Luca Marini itu, bisa merampungkan sebuah balapan dengan motor Honda merupakan pencapaian tersendiri.
Meski performa motor belum kompetitif, Mir tetap berusaha optimistis.
’’Rentetan hasil buruk dan kesulitan yang kami alami adalah sebuah realita yang harus dijalani. Ini adalah kenyataan, saya tak bisa menekan pada titik mana pun dalam balapan,’’ ujar Mir seperti dikutip dari Motosan.
Mir juga belum bisa mengelola ban depannya dengan performa motor Honda yang sekarang.
’’Ketika saya ingin melaju bersama grup, ban depan saya mulai panas sehingga saya harus mengurangi kecepatan,’’ tegasnya.
MotoGP Austria disebutnya sebagai balapan yang sulit.
Joan berharap performa motornya menjadi lebih baik pada GP Aragon, 30 Agustus-1 September mendatang.
Dalam klasemen sementara pembalap, Mir berada di urutan ke-19 dengan 13 poin.
Adapun Luca Marini malah baru mengemas 1 angka. (HS-06)