HALO KENDAL – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kendal menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) Kolosal, 3 – 5 Juni 2026 yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kabupaten Kendal.
Kegiatan kaderisasi yang diikuti sekitar 70 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA).
Selain materi keislaman, kemuhammadiyahan, dan ke-IMM-an, peserta juga akan mengikuti diskusi kelompok, materi gerakan mahasiswa, karya tulis ilmiah, kajian, serta berbagai sesi penguatan kapasitas kader.
Ketua PC IMM Kendal Muhammad Surya Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak terhadap kegiatan kaderisasi Mahasiswa Muhammadiyah tersebut.
“IMM akan terus menjalankan peran sebagai organisasi kader yang kritis, konstruktif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian serta berharap sinergi dengan pemerintah dan stake holder akan terus terjalin untuk mendukung kemajuan daerah,” ujarnya.
Pada saat pembukaan, hadir Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Maryono, Wakil Rektor III UMKABA, Utomo, Kasat Intelkam Polres Kendal AKP Septyan Rangga Okky Saputra, Kapolsek Weleri AKP Yulianto, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri Maulana Malik Ibrahim, serta jajaran PDM Kendal, dan para Instruktur DAD.
Sebelumnya Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar dalam sambutannya menekankan komitmen Polres Kendal untuk mendukung setiap kegiatan positif yang dilaksanakan organisasi kemahasiswaan.
Pihaknya juga mengajak IMM, untuk berperan aktif dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif melalui dialog dan kolaborasi bersama kepolisian.
“Kami dari jajaran Polres Kendal senantiasa berkomitmen untuk selalu mendukung penuh setiap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Keamanan itu tidak diwariskan, melainkan harus diciptakan. Karena itu, saya berharap rekan-rekan IMM selalu bersinergi bersama kami dalam mendukung terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kendal,” ungkap Kapolres.
Dirinya juga menegaskan, bahwa Polri menjamin kebebasan masyarakat dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Kapolres selama masa kepemimpinannya tidak akan ada tindakan represif dari anggota Polri terhadap masyarakat maupun mahasiswa saat menyampaikan pendapat di muka umum.
“Saya mengusulkan agar pembahasan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat dimasukkan dalam sesi Focus Group Discussion atau FGD dalam setiap pelaksanaan DAD Kolosal ini,” tandasnya.(HS)


