HALO BATANG – Ketua PGRI Kecamatan Batang, Budiono menyampaikan harapan agar Pemerintah Pusat, memberikan kemudahan pada para guru wiyata bakti, untuk dapat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Selain untuk memberikan kepastian nasib mereka, pemberian kemudahan tersebut juga merupakan bentuk penghargaan negara, atas perjuangan para guru tersebut.
Harapan para guru wiyata bakti itu, disampaikan Ketua PGRI Kecamatan Batang, Budiono, di sela-sela Lomba Solo Song, di lapangan Dracik Kampus, Proyonanggan, Kabupaten Batang, Kamis (17/11/2022). Lomba tersebut digelar dalam rangka menyambut perayaan HUT Ke-77 PGRI.
Lebih lanjut Budiono mengatakan, para guru wiyata bakti tersebut sudah berjuang cukup lama.
“Mereka sudah berjuang cukup lama, mengabdikan dirinya, maka adik-adik saya ini supaya cepat diangkat menjadi PPPK, baik yang sudah lulus batas nilai minimal, maupun yang belum,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Ia juga mengharapkan, pada 2023 nanti, seluruh guru wiyata bakti dapat diangkat menjadi PPPK, karena jumlah guru sangat kurang.
“Kabupaten Batang kekurangan guru hingga 1.000 orang. Tahun 2022 akan diangkat 800 orang dan disusul tahun 2023 sebanyak 200 orang,” ujar dia.
Sementara itu sebanyak 24 ranting PGRI Batang, menggelar berbagai agenda untuk memeriahkan HUT Ke-77. Perlombaan digelar, di antaranya paduan suara dan solo song.
Ada pula di cabang olahraga seperti bola voli dan tenis meja, yang diikuti para pendidik dari jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP hingga SMA.
Budiono yang juga sebagai ketua panitia, menyampaikan perlombaan digelar sepekan sebelum puncak perayaan pada 25 November mendatang.
“Lomba ini untuk merekatkan silaturahmi dan persaudaraan para guru. Sampai kapan pun PGRI tetap bersatu,” katanya. (HS-08)