HALO KENDAL – Petugas Pelabuhan Kendal melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan para penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Kalibodri tujuan Kumai-Kendal yang berlabuh di Pelabuhan Kendal pada Senin sore, (17/4/2023).
Satu persatu barang bawaan penumpang diperiksa saat turun dari KMP Kalibodri. Pemeriksaan dilakukan, bekerja sama dengan Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Semarang.
Dengan menggunakan mobil yang dilengkapi alat pendeteksi X-Ray, satu persatu barang bawaan penumpang KMP Kalibodri diperiksa. Hal tersebut dilakukan guna mencegah masuknya barang bawaan ilegal berupa hewan dan tumbuhan yang dilindungi.
Hadir dalam kegiatan, UPT Pelabuhan Penyeberangan Kumai, Wasop BPTD Wilayah XVI Kalimantan Tengah, Kepala Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Semarang, perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Kota Waringin Barat, perwakian Polsubsektor Pelabuhan Kumai, perwakilan PT ASDP Cabang Jepara Perwakilan Kumai dan perwakilan Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Kumai.
Kepala Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Semarang, Turhadi mengatakan, dengan menggunakan mobil yang dilengkapi dengan alat deteksi X-Ray, petugas dapat mengetahui barang bawaan penumpang kapal yang dilarang untuk dibawa dari satu pulau ke pulau lainnya.
“Jadi yang tidak boleh itu adalah tumbuhan maupun hewan. Sesuai fungsinya kita menjaga lalu lintas pemasukan ilegal hewan dan tumbuhan baik dari satu pulau ke pulau lain maupun dari luar negeri,” terangnya.
Turhadi mengungkapkan, dari hasil deteksi, petugas mendapati ada beberapa penumpang kapal yang masih membawa hewan peliharaan yang dimasukkan ke dalam kardus hingga jerigen.
“Dalam pemeriksaan yang kami lakukan hari ini, ditemukan beberapa penumpang yang bawa burung, tanpa surat. Juga tadi ada yang bawa kura-kura,” ungkapnya.
Salah seorang penumpang yang kedapatan membawa kura-kura, Septiono mengaku, dirinya tidak mengetahui jika membawa hewan tersebut harus memiliki surat izin terlebih dahulu jika membawa hewan.
“Saya dapat kura-kura itu hasil dari memancing. Saya nggak tau kalau harus ada surat-suratnya, jika membawa ke Jawa,” ungkapnya.
Sementara itu, terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, Mohammad Eko menjelaskan, pada gelombang kedua arus mudik Lebaran tahun 1444 Hijriah ada kenaikan penumpang KMP Kalibodri dibandingkan gelombang pertama.
“Gelombang pertama pada hari Kamis (14/4/2023) kemarin berjumlah 512 penumpang. Untuk pemudik gelombang kedua hari ini ada kenaika sebayak 590 penumpang. Diprediksi tertinggi nanti di tanggal 21 April 2023,” ujar Eko.(HS)