HALO GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan, mengadopsi sistem baru yang dikembangkan KPK, untuk mencegah korupsi. Sistem tersebut menekankan pentingnya mengenali risiko sejak awal, untuk kemudian memperkuat sistem agar potensi penyimpangan dapat dicegah sebelum menimbulkan dampak.
Pendekatan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pedoman Pelaporan Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Risk Based Surveillance System (RBS) Tahun 2026 Kabupaten Grobogan, yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati, baru-baru ini.
Sosialisasi dipimpin Sekda Anang Armunanto, diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan.
MCSP-RBS merupakan paradigma baru pencegahan korupsi yang dikembangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang berorientasi pada pemenuhan administrasi, sistem ini menitikberatkan pada identifikasi dan pengendalian risiko korupsi sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Seiring perubahan tersebut, beban pelaporan menjadi lebih efisien. Jumlah indikator berkurang dari 113 menjadi 33 indikator, sementara dokumen pendukung dipangkas dari 668 menjadi 162 dokumen.
Kabupaten Grobogan juga menunjukkan capaian positif dalam upaya pencegahan korupsi.
Pada tahun 2025, Grobogan meraih peringkat 2 nasional dan peringkat 1 Jawa Tengah untuk capaian MCSP, serta peringkat 1 Jawa Tengah pada Survei Penilaian Integritas (SPI) dengan skor 82,05.
Capaian tersebut menjadi modal yang baik untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, dan akuntabel pada tujuh area strategis, mulai dari perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan barang milik daerah, optimalisasi pendapatan daerah, hingga penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Pencegahan korupsi pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pengawas, tetapi komitmen bersama menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin bersih, pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. (HS-08)


