in

Gelar Lelang Sewa Tanah Kas Desa, Pemdes Brangsong Kendal Optimistis Tungkatkan PAD Rp 700 Juta

Lelang tanah kas Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Rabu (21/10/2026).

HALO KENDAL – Pemerintah Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, optimistis mampu menaikkan pendapatan asli desa (PAD) sebesar Rp 700 juta di 2026 dari hasil lelang sewa lahan/tanah kas desa. Hal ini jika melihat dari kondisi hasil panen yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Desa Brangsong Asnawi, saat kegiatan lelang tanah kas desa Tahun Anggaran 2026 secara terbuka yang dilaksanakan di kantor desa setempat, Rabu (21/10/2026).

“Kegiatan lelang terbuka bagi masyarakat yang memiliki KTP atau merupakan warga Desa Brangsong. Dalam pelaksanaan tahun ini, tercatat 19 peserta mengikuti proses lelang dengan objek berupa tanah kas desa seluas total 22 hektare 7.758 meter persegi yang tersebar di 49 titik,” bebernya.

Asnawi menjelaskan, nilai hasil lelang pada tahun sebelumnya mencapai Rp 600.025.600. Sementara itu, pada 2026, pemerintah desa memperkirakan hasil lelang dapat meningkat hingga Rp 700 juta. Adapun total harga dasar lelang ditetapkan sebesar Rp 507.600.000.

Menurutnya, optimisme tersebut didukung antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Kondisi hasil panen yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya turut menjadi salah satu faktor yang mendorong minat peserta untuk mengikuti lelang tanah kas desa.

“Alhamdulillah, masyarakat cukup antusias mengikuti kegiatan lelang ini. Karena hasil panen tahun ini juga lumayan lebih baik dibandingkan tahun kemarin,” jelas Kades Brangsong.

Asnawi menegaskan, seluruh pendapatan dari lelang tanah kas desa akan masuk ke PAD Desa Brangsong. Untuk penggunaannya, akan dibahas melalui musyawarah desa (musdes), dengan mempertimbangkan usulan masyarakat serta kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Kami berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk mendukung berbagai program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan demikian, hasil pengelolaan aset desa tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Asnawi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas stabilitas harga gabah kering panen yang menurutnya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.400 per kilogram.

“Kami berharap kepada dinas terkait, untuk terus memberikan dukungan kepada petani guna menyukseskan program pertanian dan ketahanan pangan di Desa Brangsong,” harapnya.

Terkait pelaksanaan lelang, Kades Brangsong optimistis seluruh objek dapat terjual. Panitia lekl juga menyatakan siap bertanggung jawab apabila terdapat objek yang tidak laku, dengan pengawasan ketat dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Brangsong.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengapresiasi pelaksanaan lelang tanah kas desa secara terbuka.

Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan PAD sekaligus contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kendal dalam mengelola aset desa secara transparan dan bertanggung jawab.

Pandu berharap pendapatan yang diperoleh dari lelang dapat digunakan secara bijaksana untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemberdayaan lembaga desa, serta program lain yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Harapannya hasil lelang digunakan dengan bijaksana, yakni untuk kegiatan desa seperti infrastruktur dan pemberdayaan lembaga desa,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal juga menggelar pasar murah sembako di halaman kantor Desa Brangsong, yang bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.(HS)

Sempurnakan Regulasi Pemerintahan Desa, Pemkab dan DPRD Kendal Gelar Public Hearing

Investasi Jateng Tembus Rp 72,54 Triliun hingga Triwulan III 2026, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja