in

Gelar Kirab Budaya Merti Desa, Cara Pemdes Boja Rayakan Syawalan 2024

Kemeriahan Kirab Budaya Merti Desa dan Syawalan 1445 Hijriah, di Desa Boja, Kecamatan Boja, Kendal, Selasa (16/4/2024).

HALO KENDAL – Pemerintah Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, menggelar Kirab Budaya Merti Desa Boja dan Syawalan 1445 Hijriah, Selasa (16/4/2024). Warga pun antusias berebut gunungan hasil bumi yang diarak dalam kirab tersebut.

Gunungan diarak mengelilingi Desa Boja menuju Pemakamam Sedapu Boja, yang terdapat makam leluhur yang bernama Nyai Pandansari atau dikenal Nyai Dapu yang merupakan salah satu sosok penyebar agama Islam di Boja.

Untuk mengenang perjuangan Nyai Dapu, dalam kirab tersebut juga menghadirkan sosok Nyai Dapu yang diperankan salah seorang warga desa setempat. Selain itu di sela-sela kirab juga ada persembahan tarian yang menceritakan tentang sosok Nyai Dapu.

“Jadi kita menunjukkan sosok Nyai Dapu melalui tari-tarian. Terus yang membedakan untuk merti desa tahun ini adalah kita mengganti luwur atau penutup makam Nyai Dapu,” ujar Kepala Desa Boja, Rofik Anwar.

Dijelaskan, kirab budaya merti desa tersebut menjadi agenda rutin untuk merayakan tradisi syawalan. Selain itu juga sebagai ungkapan rasa syukur atas kemakmuran dan keberkahan yang diterima selama ini.

“Dan bentuk penghormatan dari warga Boja kepada leluhur, kebetulan Simbah Nyai Dapu itu adalah sosok penyebar agama Islam di Boja. Sehingga untuk mengenang perjuangan beliau, kita wajib mendoakannya,” jelas Rofik.

Sementara itu Camat Boja, Sunarto, mengapresiasi kegiatan merti dan syawalan di Desa Boja tahun ini yang digelar berbeda dan dinilai lebih meriah dari sebelumnya.

“Kami berharap ke depannya merti desa dapat menjadi agenda tahunan yang lebih dikenal oleh masyarakat luas, termasuk dari luar daerah. Selain itu dapat terus dikembangkan, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata religi,” harapnya. (HS-06).

 

Sama-Sama Habis-Habisan Forsir Kemenangan

Terapkan Konsep Modern, Syawalan Kaliwungu Lebih Rapi dan Nyaman