in

Terapkan Konsep Modern, Syawalan Kaliwungu Lebih Rapi dan Nyaman

Pakai konsep modern, Syawalan Kaliwungu 2024 lebih rapi dan membuat nyaman pengunjung.
HALO KENDAL – Didesain konsep modern dengan tenda-tenda yang tertata rapi menjadikan tradisi Syawalan di Kaliwungu Kabupaten Kendal berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan, di Alun-alun Kaliwungu sekarang telah terbangun Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang notabene dilarang untuk didirikan wahana bermain.
“Tentunya pada tahun ini, tradisi syawalan tahun ini berbeda dengan sebelumnya, yang fokus pada wahana permainan dan juga penataan pedagang yang kurang rapi. Namun ditahun ini, kami desain secara modern, dengan tenda-tenda pedagang yang seragam dan rapi,” ujar panitia penyelenggara, Abdul Latif, Selasa malam (16/4/2024).

Selain itu, untuk melestarikan tradisi syawalan supaya menurun ke anak cucu dan digemari generasi muda, pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan yang merangkul seniman dan musisi lokal Kendal.

“Konsep kami melestarikan budaya tradisi syawalan di Kaliwungu. Untuk menarik para pengunjung supaya datang dalam tradisi syawalan, kami menampilkan seni budaya yang ada di Kaliwungu, dan menampilkan asal-usul tradisi syawalan di layar lebar. Supaya anak cucu kita nanti bisa meneruskan tradisi ini,” ungkap Latif.

Dijelaskan, untuk bisa berjualan di tenda-tenda, maka pedagang dikenakan biaya sewa sebesar Rp 1.750.000 selama syawalan.

“Biaya segitu masih terbilang wajar, karena dengan kebutuhan desain modern, yang tentunya membutuhkan biaya yang sangat banyak. Diantaranya pembuatan panggung, sewa tenda, biaya kebersihan dan masih banyak kebutuhan lainnya. Konsep kami supaya tradisi syawalan tampak rapi dan bersih. Sehingga pengunjung maupun pedang bisa nyaman,” jelas Latif.

Sejumlah pedagang pun nampak antusias untuk ikut serta dalam meramaikan tradisi syawalan. Terlihat meraka langsung setuju dan mengaku nyaman dengan konsep yang dibuat pada syawalan tahun ini.

Seperti diungkapkan Dodik, salah seorang pedagang yang ikut meramaikan tradisi syawalan. Dirinya mengaku sudah sejak tahun 1987 selalu berdagang di acara Syawalan Kaliwungu. Ia pun setuju dengan konsep modern sekarang dan tidak keberatan membayar sewa tersebut.

“Setiap tradisi syawalan di Kaliwungu, saya bersama istri selalu ikut partisipasi menjadi pedagang. Karena selain mendapatkan untung, saya juga sekalian ngalap berkah dari tradisi syawalan. Ya harga sewa lapak Rp 1.750.000 wajar. Kalau keberatan mana mungkin saya jualan,” ungkapnya. (HS-06).

Gelar Kirab Budaya Merti Desa, Cara Pemdes Boja Rayakan Syawalan 2024

Bentuk Kepedulian, KONI Kendal Salurkan Santunan Bagi Warga Kurang Mampu