
HALO PEKALONGAN– Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi SH MSi berharap agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dapat lebih intens bergerak di bidang dialektika, melalui diskusi tentang kebangsaan dan tentang nilai-nilai ahlussunnah wal Jama’ah kekinian, untuk menjawab tantangan zaman.
‘’Nilai-nilai dasar pergerakan PMII yang saya kira bapak dan ibu semuanya sudah memahami betul, bahwa hal yang perlu kita lakukan pada saat ini, adalah melakukan penguatan kembali ideologi ahlussunnah wal Jama’ah. Dan saya kira yang sekarang ini harus disesuaikan dengan kondisi terkini,’’ kata Bupati seperti dirilis Pekalongankab.go.id.
Harapan Bupati tersebut disampaikan dalam acara Dialog Kebangsaan, yang diselenggarakan PMII Pekalongan. Dialog Kebangsaan bertemakan ‘’Konsolidasi Alumni Menuju Pekalongan Emas’’.
Dalam ccara yang digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini tersebut, hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj Hindun MH.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan menyatakan sangat mengapresiasi terselenggaranya acara dialog kebangsaan tersebut, karena dengan dialog semacam ini, ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah akan terus diperkuat.
‘’Saya kira acara ini penting untuk kita menelaah kembali tentang kekuatan organisasi yang dikaitkan dengan kondisi kekinian,’’ ucapnya.
Bupati Asip juga menuturkan bahwa sejarah lahirnya PMII, terjadi pada 1960 an, di mana saat itu, bangsa Indonesia secara ekonomi masih sangat lemah karena baru 20 tahun merdeka.
Saat ini, lanjut Bupati Asip, PMII sebagai sebuah gerakan yang lahir pada saat keterpurukan itu, harus punya komitmen untuk menguatkan nilai-nilai Islam ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus menguatkan kebangsaan yang pada saat ini dengan melakukan suatu hal yang baru supaya dapat menjawab tantangan zaman.
‘’Melakukan inovasi secara terus menerus supaya ideologi ahlussunnah wal Jama’ah terus dilaksanakan guna menjawab tantangan zaman,’’ tuturnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj Hindun, mengatakan berharap dengan dilaksanakannya dialog kebangsaan ini, dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan, karena ada tantangan yang harus kita hadapi saat ini, yaitu wabah Covid-19 yang hampir dua tahun belum selesai.
‘’Jadi hari ini mudah-mudahan dialog ini bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten pekalongan karena ada tantangan yang harus kita hadapi saat itu yaitu berkaitan dengan masalah Covid-19 yang hampir dua tahun belum selesai. Karena dari Covid-19 ini menimbulkan banyak dampak baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan lainnya,’’ jelasnya.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa perjuangan dalam penguatan ahlussunnah wal Jama’ah juga ada tantangan yang harus dihadapi bersama-sama, yaitu berkaitan dengan tantangan radikalisme, terorisme yang luarbiasa yang ada di Indonesia.
‘’Oleh karena itu, dalam konsolidasi hari ini kami selaku ketua DPRD Kabupaten Pekalongan mengucapkan terima kasih dan mohon bersama-sama agar PMII di Kabupaten Pekalongan semakin terus maju dan berjuang bersama-sama pemerintah untuk memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat sehingga bisa menumbuhkan masyarakat yang lebih maju,’’ kata dia. (HS-08)