HALO SEMARANG – Sebagai upaya menstabilkan harga sembako dan membantu mencukupi kebutuhan masyarakat saat Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, Pemkot Semarang menggelar Bazar Ramadan 2023 di halaman Balaikota Semarang, Kamis-Jumat (13-14/3/2023). Total ada sebanyak 4.900 paket sembako murah dijual.
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kegiatan Bazar Ramadan 2023 ini bentuk support dari stakeholders, perbankan, BUMN, BUMD, pihak swasta dan lainnya untuk membantu mencukupi kebutuhan masyarakat saat lebaran.
“Paket sembako seharga Rp 100 ribu ditebus Rp 50 ribu. Paket sembako pakai kupon yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Lalu ada dari Bank Indonesia (BI) yang bantu masyarakat untuk belanja berupa bumbu dapur yang membutuhkan, yakni seperempat kilogram bawang merah dan cabai hanya seharga masing-masing Rp 1 ribu. Dengan menggunakan pembayaran Qris,” imbuhnya, saat membuka Bazar Ramadan 2023 di Balaikota Semarang.
Diharapkan Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu, kegiatan ini sekaligus menjaga inflasi di Kota Semarang tetap rendah.
“Harga normal di pasaran bawang merah Rp 35 ribu perkilogramnya. Ini bisa membuat rasa senang kepada masyarakat yang membutuhkan saat menyambut lebaran nanti,” katanya.
Dikatakan Ita, menurut data BPS Kota Semarang inflasi turun menjadi 4,8 persen. Meski demikian, dia berharap daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Selain itu, upaya lain kami ajak teman-teman aparatur sipil negara atau ASN untuk belanja di Pasar Johar, sedkitnya ada 2000 ASN yang akan meramaikan Pasar Johar mencari kebutuhannya guna menyambut lebaran,” paparnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, ada 112 peserta meramaikan bazar ramadan ini. Terdiri atas BUMN, BUMD, swasta, PKK Kota Semarang. Total ada sebanyak 4.900 paket sembako yang dijual murah.
“Per paketnya berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter dan gula 1 kg seharga Rp 50 ribu,” katanya.
Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) mengatakan, cabai dan bawang merah di bazar merupakan hasil panen dari Gapoktan Karya Makmur Demak.
Pihaknya memberdayakan petani di Jawa Tengah karena merupakan penghasil bahan pangan. Membantu petani membuat green house agar hasil panen tidak terkendala hujan.
“Upaya kami untuk menekan inflasi melakukan operasi pasar di hilir, sampai pemberian bantuan ke petani, agar target inflasi rendah dan terkendali saat ramadan dan lebaran,” pungkasnya. (HS-06)