HALO SEMARANG – PT Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melakukan inspeksi di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Petro Gasindo Energy. di Kabupaten Deli Serdang, belum lama ini.
Inspeksi di tempat itu, berfokus pada konsistensi takaran setiap pengisian tabung elpiji 3 kilogram.
“Pertamina Patra Niaga akan terus meningkatkan sinergi bersama Kementerian ESDM, tidak hanya dalam pengawasan, namun juga pemutakhiran sistem agar penyaluran elpiji 3 kilogram berjalan dengan baik mulai pengisian di SPPBE hingga ke masyarakat,” kata Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, seperti dirilis laman resmi Kementerian BUMN.
Mars Ega Legowo mengatakan melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memastikan bahwa masyarakat menerima elpiji 3 kilogram sesuai dengan takaran.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Mars Ega.
Turut hadir dalam sidak tersebut, Senior Vice President Government Program Management PT Pertamina (Persero) Aris Mulya Azof, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Mustika Pertiwi.
Koordinator Subsidi Bahan Bakar Migas, Christina Meiwati Sinaga, dan Pjs Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tiara Thesaufi juga hadir dalam kegiatan ini.
Selain sidak ke SPPBE, Direksi Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian ESDM, OPD Pemko Medan, dan Hiswana Migas DPC Sumatera Utara (Sumut) juga melakukan sidak penggunaan elpiji ke sejumlah hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Medan, Selasa (28/5).
Hal ini dilakukan untuk mengawasi penggunaan elpiji bersubsidi agar tepat sasaran.
Pjs EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tiara Thesaufi mengatakan, dari sidak tersebut, tim sidak mengunjungi empat lokasi hotel, restoran, dan kafe.
Dari empat lokasi tersebut, tidak ditemukan penggunaan elpiji 3 kg.
“Dua hotel di Medan menggunakan jaringan gas (jargas) sebagai energi utama dan hotel tersebut juga menggunakan elpiji 12 kilogram dan elpiji 50 kilogram sebagai alternatif energi.
“Sedangkan dua restoran atau kafe lainnya juga menggunakan kilogram 12 kilogram dan elpiji 50 kilogram sebagai energi utama,” ujar Tiara.
Ia menjelaskan, salah satu restaurant tersebut menggunakan elpiji 12 kilogram dengan harga wajar sebesar Rp191 ribu dari supplier agen resmi PT Haki Jaya Gasindo.
Resto tersebut dapat mengonsumsi sebanyak 240 tabung per bulan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pelaku usaha restoran yang telah menggunakan Bright Gas Pertamina.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus mengawasi pendistribusian elpiji bersubsidi yang beredar agar distribusi elpiji subsidi tersebut digunakan oleh yang berhak,” kata Tiara.
Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, Pertamina Patra Niaga akan terus meningkatkan sinergi bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian ESDM tidak hanya dalam pengawasan, namun juga perbaikan sistem agar penyaluran elpiji 3 kg berjalan dengan baik mulai pengisian di SPBE hingga ke masyarakat.
Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina serta subsidi tepat, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (HS-08)