PANDEMI Covid-19 tidak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat. Banyak warga yang terdampak, baik secara ekonomi, sosial, kesehatan, maupun pendidikan. Namun, dampak buruk pandemi bukan jadi persoalan bagi Sri Kuskhofifanti, untuk bisa bertahan secara ekonomi. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Fanti, sapaan akrabnya untuk memanfaatkan endorsement media sosialnya guna mendapatkan keuntungan secara finansial.
Mahasiswi jurusan Hukum Universitas PGRI Semarang ini mengaku memperoleh penghasilan yang tak sedikit dari endorsement media sosialnya.
Bermula dari butuh uang, dan hanya memiliki bekal keahlian public speaking dan hobi mengulas produk di media sosialnya, Fanti memutuskan menjadi influencer (seorang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain karena kapasitas yang dimilikinya) media sosial.
“Bermula butuh uang saat awal pandemi. Aku manfaatkan keahlian public speaking dan hobi review. Sehingga sampai sekarang menjadi tukang endorse di media sosial,” kata pemilik akun Instagram @funteah ini, Jumat (31/12/2021).
Fanti, sapaan akrabnya menceritakan, profesi influencer dengan endorsement tak selamamya mulus, lantaran dirinya pernah digantungkan klien saat hendak menawarkan jasanya. Bahkan sempat tidak dibayar alias ghosting. Untuk itu, ketika ada penawaran jasa endorsenya harus ada antisipasi seperti perjanjian kontrak.
“Sempat dulu ada pengusaha sepatu menawarin endorse, terus waktu difoto ternyata klien menanyakan bahwa itu kaki saya bukan. Mungkin penyebabnya gara-gara kaki saya besar, akhirnya klien enggak jadi. Saran saya, milih manajemen harus ada perjanjian kontrak. Antisipasi manajemen menghilang atau ghosting. Soalnya pada bulan ini saja saya dighosting sebanyak tiga kali,” ujarnya.
Selain itu, syarat menjadi endorsement ini cukup mudah. Menurut dia hanya butuh bakat public speaking. Asalkan, seorang endorsement yakin dan percaya diri.
“Menurut saya public speaking utamannya. Penampilan enggak menjadi utama, karena sekarang banyak public speakingnya bagus dan lucu berhasil sukses, meski penampilannya biasa-biasa saja,” ujarnya.
Saat ditanya terkait hasil job endorsement apakah bisa mewujudkan keinginannya, ia mengaku bahwa dirinya menjadi endorsement sudah bisa membayar kuliahnya dan membeli handphone mewah.
“Alhamdulilah bisa beli IPhone dan bayar kuliah. Kalau cerita honor berbeda, tergantung susah tidaknya. Misalnya video sekitar Rp 300 ribu ke atas kalau foto paling Rp 100 ribu. Jika dirata -rata bisa mencapai Rp 2 juta per bulan, karena sekarang aku ngelive juga,” ucapnya.
Tak cuma itu, Fanti berpesan kepada generasi muda lain untuk tidak bermalas-malasan, lantaran sekarang mencari uang sangat gampang jika mau berusaha. Salah satunya hanya bermodal gadget atau ponsel pintar.
“Cari uang itu gampang kalau niat. Sekarang lewat gadget bisa meraup penghasilan. Di mana ada keniatan, di situ uang mengalir. Harapnnya, semoga saya FYP atau viral yang bagus,” paparnya.(HS)