in

Faktor Cuaca, Panen Bawang Merah di Kendal Tidak Maksimal

Para petani bawang merah di Desa Bangusari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Seringnya turun hujan di Kabupaten Kendal, mempengaruhi hasil panen bawang merah menjadi tidak maksimal. Umbi atau buah bawang merah menjadi kecil, sehingga hasil panen berkurang.

Hal tersebut diungkapkan beberapa petani bawang merah di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (11/3/2023). Seperti diakui salah seorang petani setempat, Robi, dirinya mengaku mengalami hasil panen yang tidak maksimal.

“Faktor cuaca akhir-akhir ini di mana sering terkena hujan, sehingga tanaman bawang merah buahnya kecil. Hasilnya pun hanya balik modal,” ujarnya.

Robi juga mengaku, meski hasil panen tidak maksimal namun tertolong dengan harga bawang merah yang normal. Namun sayangnya, harga pupuk dan obat-obatan terlalu mahal, sehingga biaya produksi menjadi tinggi.

“Harga pupuk dan obat-obatan sangat tinggi, tapi sekarang tidak ada subsidi sama sekali. Ya mau gimana lagi,” ungkap Robi.

Sementara petani lainnya, Badri juga mengaku hasil panennya tidak sesuai yang diharapkan. “Alhamdulillah masih beruntung, karena harga bawang merah saat ini tergolong normal, sehingga tidak mengalami rugi banyak. Ya cuma balik modal saja,” ujarnya.

Menurut Badri, penyebab tanaman bawang merah tidak maksimal karena sering turun hujan.

“Meski tidak terkena banjir, tapi karena curah hujan yang tinggi menjadikan tanaman menjadi tidak sehat,” imbuhnya.

Badri berharap, pemerintah memberikan subsidi untuk petani bawang merah. Pasalnya, harga pupuk dan obat-obatan sudah terlalu tinggi. “Harapannya ya ada subsidi,” tandasnya.(HS)

Erupsi Gunung Merapi, Polda Jateng Minta Aktivitas Radius 7 Kilometer Dihentikan

Laga Berat Lawan Borneo FC, PSIS Hanya Targetkan Curi Poin