MESKI belum bisa disebut sebagai sentra penghasil ikan koi seperti di Blitar, Jawa Timur dan Sukabumi Jawa Barat, Kota Semarang digadang juga bisa berbicara banyak di dunia ikan hias asal dari negara Jepang ini. Karena Kota Semarang sendiri punya potensi menjadi sentra ikan koi. Hal ini terlihat karena di Ibu Kota Jateng ini sudah banyak pecinta bahkan diler, yang menjual ikan berkualitas.
Ketua Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI), Santoso menjelaskan, jika Semarang punya potensi yang besar untuk menjadi pusat atau sentra koi di Indonesia, guna meningkatkan perekonomian pasca pandemi. Namun harus ada cara yang dilakukan untuk memacunya agar muncul breeder atau peternak koi yang mumpuni. Selanjutnya, kata pria yang akrab disapa Om San ini, yang tak kalah penting juga harus dengan menggelar banyak event show ikan koi.
Sehingga nantinya akan muncul breeder atau peternak di Kota Semarang. “Kalau dilihat banyak orang Semarang yang menjadi penghobi koi, dengan banyaknya show tersebut tentu akan memacu diler bahkan breeder untuk menghasilkan ikan yang cantik dan indah,” terangnya saat gelaran One Day Koi Show, yang digelar Semarang Koi Society (SKS) di Gedung Gris Semarang, belum lama ini.
Om San juga menambahkan, potensi ini bisa dimaksimalkan karena Semarang memiliki kontur yang unik. Selain pesisir, Ibu Kota Jateng punya daerah pegunungan yang bisa digunakan untuk membudidayakan ikan bernama latin Cyprinus rubrofuscus. Menurutnya, dengan memanfaatkan potensi yang ada, bukan tidak mungkin Semarang bisa menjadi sentra koi, dan bisa meningkatkan perekonomian.
“Apalagi setiap ikan ini nggak sama kayak manusia, nah ini bisa dikembangkan di Semarang Atas dan semua tempat saya kira bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua SKS Novan Hary, menjelaskan, dalam event One Day Koi Show, disambut antusias. Ada sebanyak 738 ikan yang dibawa peserta dari berbagai kota yang ikut dalam perlombaan tersebut.
“Tujuan kami adalah mengangkat Kota Semarang menjadi sentra koi, dan sebagai penghasil koi agar bisa terjadi multiplayer efek, salah satunya mendongkrak perekonomian,” tambahnya.
Novan menjelaskan, para peserta sengaja datang untuk beradu kualitas. Kontes ini juga bertujuan mendokrak pasar ikan koi Indonesia yang memiliki kualitas ekspor, yang harganya bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah. Dari segi penilaian, lanjut Novan, misalnya keindahan warna, kebugaran tubuh, bodi ikan proporsional serta ikan yang ikut kontes benar-benar dalam kondisinya sehat. (HS-06)