in

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Puluhan Penerbangan di Bandara Ahmad Yani, 3.520 Penumpang Terdampak

Foto ilustrasi aktivitas gunung berapi.

HALO SEMARANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Dalam dua hari terakhir, puluhan penerbangan dari dan menuju Semarang mengalami penundaan hingga pembatalan.

Meski demikian, pengelola memastikan operasional bandara tetap berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Tidak ada keramaian maupun kekacauan di area terminal akibat gangguan penerbangan tersebut.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan pada Minggu (6/9/2026) tercatat 36 penerbangan dibatalkan.

Jumlah tersebut terdiri atas 18 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan.

“Dampak pembatalan pada hari Minggu berimbas pada total 1.318 penumpang, yang terdiri atas 831 penumpang berangkat dan 487 penumpang tiba,” ujar Sulistyo saat memberikan keterangan di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).

Gangguan penerbangan berlanjut hingga Senin. Berdasarkan pendataan hingga pukul 10.00 WIB, tercatat tambahan 29 penerbangan yang mengalami penundaan maupun pembatalan.

Rinciannya, sebanyak 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan terdampak.

Secara akumulatif, hingga Senin pukul 10.00 WIB, jumlah penumpang yang terdampak mencapai 3.520 orang. Terdiri atas 1.842 penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan.

Mayoritas penerbangan yang terdampak merupakan rute Semarang-Jakarta dan sebaliknya.

Kendati sejumlah penerbangan terganggu, kondisi terminal Bandara Ahmad Yani tetap terkendali. Pengelola bandara bersama maskapai terus melakukan koordinasi untuk memastikan calon penumpang mendapatkan informasi mengenai kondisi penerbangan mereka.

“Alhamdulillah di Semarang tidak terjadi chaos atau keramaian yang tidak terkendali. Kami selalu berkoordinasi intensif dengan pihak maskapai (airline), sehingga penumpang mendapatkan informasi lebih awal mengenai kelanjutan penerbangan,” tegasnya.

Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, maskapai menyediakan sejumlah opsi penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dua pilihan utama yang tersedia yakni melakukan penjadwalan ulang atau reschedule, serta pengembalian biaya tiket atau refund.

“Untuk penumpang yang memilih reschedule, mereka memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mengatur ulang jadwal penerbangan berikutnya. Sedangkan bagi yang mengajukan refund, proses dapat langsung ditangani sesuai prosedur masing-masing maskapai,” jelas Sulistyo.

Angkasa Pura Indonesia memastikan koordinasi dengan maskapai terus dilakukan agar penumpang memperoleh kepastian dan tidak menumpuk di terminal bandara.

Di sisi lain, gangguan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut disebut tidak berdampak terhadap seluruh rute penerbangan.

Penerbangan internasional dari dan menuju Bandara Ahmad Yani, termasuk rute Malaysia dan Singapura, dipastikan tetap berjalan normal dan aman.

Begitu pula penerbangan menuju sejumlah bandara di sekitar Jawa Tengah, seperti Bandara Adi Soemarmo Solo, tidak terdampak gangguan tersebut.

Pengelola bandara mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal penerbangan dalam kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berdampak terhadap operasional penerbangan.(HS)

260 Ribu Pohon Disiapkan untuk Pemulihan DAS Bodri Kendal, Jagung Dikurangi Bertahap

BMKG Pastikan Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Sampai ke Jateng