HALO SEMARANG – Dalam rangka mendukung kemajuan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unnes Giat 6 menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan e-commerce di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, belum lama ini. Dengan semangat untuk memperkuat ekosistem UMKM lokal, mahasiswa mengajak UMKM desa setempat untuk ikut meramaikan perdagangan digital.
Ketua Pelaksana KKN Unnes Desa Pengkol, Stefanus Ricky Adrian mengatakan, mahasiswa Unnes juga membagikan pengetahuan dan keterampilan terkait penggunaan platform online guna meningkatkan keterlibatan UMKM dalam perdagangan digital. Selain itu juga memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara mendaftar dan mengelola toko online.
“Aspek-aspek penting perlu diperhatikan, seperti penataan katalog produk, penentuan harga yang kompetitif, dan strategi pemasaran digital. Langkah-langkah ini diarahkan untuk membantu UMKM mengoptimalkan kehadiran mereka di dunia maya,” ujarnya.
Menurut dia, adaptasi teknologi di era digital menjadi fokus utama dalam penyampaian pesan mahasiswa KKN. UMKM harus bertransformasi guna tetap relevan dan bersaing dalam ekosistem bisnis yang terus berkembang pesat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menciptakan ruang bagi kolaborasi antara mahasiswa, UMKM, dan pihak terkait lainnya.
Dengan demikian, kata dia, sosialisasi pemanfaatan e-commerce oleh mahasiswa KKN bukan hanya menjadi sekadar penyuluhan. Namun, menjadi langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan dan daya saing UMKM di era digital.
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN membahas secara mendalam potensi positif yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan e-commerce. Mereka menyoroti peningkatan akses pasar, efisiensi operasional, dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui integrasi teknologi.
Sebagai bagian dari penyuluhan, para mahasiswa memberikan contoh kasus sukses dari UMKM yang telah berhasil mengadopsi model bisnis online, memperkuat argumen praktis akan manfaatnya. Dalam suasana interaktif, peserta sosialisasi diberi kesempatan untuk bertanya dan mendiskusikan tantangan yang mungkin dihadapi dalam mengimplementasikan e-commerce dalam bisnis mereka.(HS)