in

DPRD Jateng Soroti Lonjakan Campak, Minta Imunisasi dan Edukasi Diperkuat

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyoroti tingginya kasus campak di wilayahnya yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Ia mendesak pemerintah daerah segera memperkuat langkah pencegahan melalui imunisasi dan edukasi yang lebih masif.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tercatat 1.757 kasus suspek campak tersebar di 35 kabupaten/kota sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, lima daerah masuk dalam indikasi Kejadian Luar Biasa (KLB), yakni Kabupaten Cilacap, Klaten, Pati, Brebes, dan Kudus.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Penyebaran campak tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang luas, terutama bagi anak-anak,” ujarnya di Kota Semarang.

Heri menilai lonjakan kasus tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam cakupan imunisasi serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular. Ia pun mendorong Dinas Kesehatan bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan program imunisasi dasar menjangkau seluruh anak secara merata.

“Imunisasi harus dipastikan menjangkau seluruh anak. Jangan sampai ada yang terlewat karena ini menyangkut kekebalan kelompok,” tegas Heri Londo, sapaan akrabnya.

Data juga mencatat, sebaran suspek tertinggi berada di Kabupaten Kudus dengan 228 kasus, disusul Brebes 126 kasus, dan Banyumas 120 kasus. Sementara itu, kasus positif terbanyak ditemukan di Cilacap dengan 21 kasus, Pati 18 kasus, dan Banyumas 14 kasus.

Foto ilustrasi waspada campak.

Ia meminta daerah dengan angka kasus tinggi maupun yang telah berstatus indikasi KLB mendapat perhatian khusus, termasuk melalui penanganan cepat, pelacakan kontak, serta penguatan fasilitas layanan kesehatan.

Selain itu, Heri menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait gejala, pola penularan, serta langkah pencegahan campak. Menurutnya, peran orang tua sangat krusial dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

“Edukasi harus terus digencarkan agar masyarakat tidak abai. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan,” tegas Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah tersebut.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga lembaga pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Heri berharap, dengan langkah cepat dan terkoordinasi, penyebaran campak di Jawa Tengah dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas. Kita harus bergerak bersama agar kasus ini bisa ditekan,” pungkasnya.(HS)

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, DPRD Apresiasi Kinerja Pemkab Batang

KUR Perumahan Tembus Rp 2,3 Triliun, DPRD Jateng Ingatkan Jangan Kejar Target Semata