in

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

 

HALO SEMARANG – DPR RI siap menunjukkan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi lewat konsep go green, sekaligus komitmen untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s) yang menjadi agenda dunia.

Komitmen tersebut juga akan disampaikan DPR RI, yang menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20), pekan depan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Gilang Dhielafararez, Kamis (29/9/2022).

“Salah satunya adalah strategi pembangunan ekonomi hijau dan rendah karbon untuk mengurangi emisi,” kata dia, seperti dirilis dpr.go.id.

Gilang mengatakan, DPR siap menunjukkan bahwa Indonesia telah memulai menerapkan kebijakan-kebijakan yang ramah lingkungan atau go green.

Salah satunya dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Gedung DPR.

“Panel surya yang dibangun di Taman Energi DPR, dipakai untuk memenuhi kebutuhan tambahan listrik di lingkungan parlemen,” tuturnya.

Tak hanya itu, menurut Gilang, Ketua DPR RI Puan Maharani, juga telah memerintahkan jajarannya untuk menerapkan praktik-praktik kehidupan go green, untuk menunjang pembangunan hijau.

Praktik tersebut antara lain mengurangi penggunaan botol plastik, meminimalisasi pemakaian kertas, pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, dan lain-lain.

Anggota Komisi III DPR RI ini, menambahkan Puan juga terus mengkampanyekan agar parlemen mengurangi jejak karbon, dimulai dari lingkungan DPR.

Gilang mengatakan, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, juga memberikan sejumlah masukan teknis, agar perhelatan P20 nanti menyiratkan komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi.

Dalam kegiatan P20, DPR nantinya juga akan mendorong penanaman jutaan pohon untuk Indonesia dan seluruh dunia.

Gerakan penanaman pohon dimaksudkan guna menekan pemanasan global. “Tentunya isu green economy ini penting dibawa, mengingat masalah kerusakan lingkungan menjadi salah satu isu darurat yang dihadapi dunia. Seluruh negara harus mampu menunjukkan komitmennya melaksanakan tindakan nyata mengupayakan pembangunan berkelanjutan,” papar Gilang.

DPR mengusung tema ‘Stronger Parliament for Sustainable Recovery’ dalam P20, yang sejalan dengan tema Presidensi G20, yaitu ‘Recover Together, Recover Stronger’.

Ada empat isu utama yang diangkat DPR dalam forum internasional bergengsi itu.

Pertama mengenai pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

Kedua soal ekonomi inklusif dan ekonomi kuat untuk menghadapi tantangan terkini yaitu krisis pangan, energi, dan stagnasi.

Isu ketiga terkait parlemen efektif dan demokrasi dinamis. Kemudian isu keempat mengenai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Parlemen Rusia dan Parlemen Ukraina pun, dipastikan akan menghadiri P20, melengkapi 36 negara-negara yang dianggap memiliki peran strategis bidang ekonomi dan politik global.

Gilang berharap, P20 yang diselenggarakan di Indonesia dapat menjadi jembatan perdamaian untuk Rusia dan Ukraina.

“Memang P20 tidak secara khusus membahas perang Rusia dan Ukraina. Tapi kita berharap, Indonesia bisa memfasilitasi perdamaian Rusia dan Ukraina,” ucapnya.

Melalui Presidensi G20, Indonesia disebut harus kembali menegaskan kepemimpinan di tingkat internasional.

Oleh karena itu, penguatan peran dan fungsi parlemen untuk pemulihan berkelanjutan dinilai sangat dibutuhkan di tengah berbagai tantangan krisis energi, krisis pangan, dan krisis keuangan global. Parlemen harus kuat dari sisi fungsi dan perannya. (HS-08)

Menhub Dorong Penerbangan di Bandara Ngloram Dibuka Kembali Tiga Kali Seminggu

Dukung Transisi Energi KAI, Pertamina NRE Beri Fasilitas PLTS di Stasiun Gambir