in

Dosen FE USM Beri Pelatihan Buat Sabun Deterjen Ramah Lingkungan Sekaligus Untuk Ruang Usaha

Suasana pelatihan pembuatan sabun deterjen yang ramah lingkungan oleh Dosen Fakultas Ekonomi USM, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan penyuluhan dan pelatihan membuat sabun deterjen cair ramah lingkungan kepada ibu-ibu anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Semarang baru-baru ini. Ibu-ibu anggota GOW tersebut diberikan pengetahuan tentang kewirausahaan dan pelatihan tentang cara membuat sabun deterjen cair yang ramah lingkungan, atau limbah sabun mudah diurai dalam tanah.

Dosen USM, Sri Purwantini menjelaskan, bahwa sabun deterjen cair yang ramah lingkungan ini menyerupai sabun deterjen cair yang ada di pasaran dengan merek terkenal.

“Sabun deterjen cair ini kualitasnya tidak jauh beda dengan sabun deterjen cair yang biasa dibeli ibu-ibu selama ini dengan harga yang cukup mahal. Di saat masa pemulihan pandemi seperti saat ini, di mana kondisi keuangan berbeda dengan saat sebelum pandemi, diperlukan cara untuk bisa mengatur khususnya untuk pengeluaran rutin bulanan. Salah satunya dengan membuat sendiri sabun deterjen cair dengan maksud agar bisa menghemat. Dengan membuat sendiri biayanya hanya sekitar 40 persen dari harga toko,” ungkap Sri Purwantini.

“Di sini hanya dibutuhkan kemauan dari para ibu untuk mau mencoba sesuatu yang baru. Dalam membuat sabun deterjen cair yang ramah lingkungan ini hanya dibutuhkan kreativitas dalam mengkombinasikan bahan yang dibutuhkan. Bahan sangat mudah dibeli di toko bahan kimia baik online atau langsung datang ke tokonya,” tambahnya.

Adapun bahan yang digunakan adalah MES (Metil Ester Sulfonat, ini golongan Surfaktan Nabati), texapon, sodiumsulfat, sitrun, pewarna, pewangi, air, pengawet, enzym-ar, gliseril, foomboster, camperlan dan Nacl.

“Selain bahan utama yaitu MES, bisa dikombinasikan dengan bahan lain seperti Texapon, Emal Nedle. Untuk itu bagi yang mau memulai usaha membuat sabun deterjen cair ramah lingkungan ini diperlukan kreativitas dan keberanian berkreasi dalam mencoba formula sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Kualitas tentu saja akan mepengaruhi biaya produksi,” katanya.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonmi lainnya, Endang Rusdianti menyampaikan, jika pengemasan produk bisa menggunakan botol bekas air mineral ataupun yang baru jika ingin dijual produknya. Keuntungan dari membuat sabun deterjen cair yang ramah lingkungan, harganya jauh lebih murah sehingga bisa menghemat pengleluaran rutin bulanan. Dan juga bisa menyesuaikan kualitas yang diinginkan.

“Misalnya ibu yang menginkan busa yang banyak, yang ditangan tidak kering, wangi dan sebagainya, bisa dibuat formula sendiri. Yang penting ibu-ibu memahami masing-masing fungsi dari bahan,” katanya yang didampingi rekan setimnya, Paulus Wardoyo.(HS)

Geliatkan Usaha Lokal, DKP Kendal akan Menggelar Pameran Ikan Hias

Warga Pertanyakan Komitmen DPRD Jateng, Selesaikan Kasus Dugaan Pencemaran Lingkungan Meteseh Boja