HALO SEMARANG – Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) bersama Wardah memberikan coaching clinic sepak bola kepada puluhan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) 11 Kota Semarang, Jumat (10/3/2023).
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendorong kemajuan sepak bola untuk wanita bagi masa depan Tim Nasional Indonesia. Agenda tersebut diawali dengan pemberian materi tentang sepak bola wanita kepada para peserta didik.
Sekitar 50 siswi diberi pemahaman terkait apa saja yang bisa dilakukan oleh perempuan di dunia sepak bola. Setelah pemberian materi selesai, kemudian para peserta turun ke lapangan untuk mendapatkan latihan dasar bermain sepak bola.
Sekretaris Jendral ASBWI Pusat, Souraiya Farina mengatakan, kegiatan ini adalah rangkaian sosialisasi ASBWI untuk memajukan kualitas sepak bola wanita di Indonesia. Agenda bertujuan untuk membuka wawasan bahwa karier di dunia sepak bola tidak hanya menjadi pemain.
“Sosialisasi yang kita lakukan dengan memberitahukan ke teman-teman usia SMA bahwa pilihan karir sepak bola itu banyak, terbuka untuk siapa saja dalam berkarir profesional,” ujarnya kepada awak media di sela-sela kegiatan.
Ia menerangkan, sepak bola wanita mempunyai target untuk menjadi juara Asia pada tahun 2038. Oleh karena itu, sejak tahun 2017 sudah mulai ada rencana matang untuk mencapai target tersebut.
“Maka sasarannya adalah anak-anak generasi SMA. Mereka yang akan tampil. Besok juga ada festival usia 10-12 tahun, mereka target kita untuk 2038 dan di tahun ini dicanangkan kita ada kompetisi U-15, untuk suporting Timnas U-17 kita,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya memastikan akan terus melakukan kegiatan serupa sebagai upaya memajukan sepak bola wanita di Indonesia. Dirinya berharap bisa menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya bisa membela tanah air pada ajang sepak bola internasional
“Karena ini targetnya jangka panjang dan mereka harus bisa kita rangkul untuk jadi SDM profesioanal di sepak bola. Dan nanti sekolah yang kita datangi tidak hanya di Jateng, disupport Asprov PSSI kita akan terus ke semua provinsi ke SMA-SMA yang direkomendasikan oleh pengurus ASBWI provinsi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua ASBWI Jawa Tengah, Swasti Aswagati mengaku akan terus mendukung kemajuan sepak bola khususnya di Indonesia. Ia mengatakan kegiatan yang digelar di SMA 11 Semarang ini dilakukan juga dalam rangkaian memperingati women day.
Dirinya menyebut sepak bola diciptakan tidak melihat gender. Selain menjadi pemain, perempuan juga bisa ikut andil untuk memajukan sepak bola di Indonesia.
“Banyak hal profesi yang ada di sepak bola, tidak hanya pemain saja. Bisa menjadi medis, media officer dan masih banyak lagi. Perlu kita dorong lagi lewat SSB atau klub agar bisa lebih merangkul adik-adik wanita untuk terjun ke sepak bola profesional,” imbuhnya.(HS)