HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kemenag, terus memperkuat layanan pembinaan dan penguatan rohani, bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Katolik di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimas Katolik, Suparman, dalam sesi Diskusi Panel Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag Tahun 2025 yang digelar di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/12/2025).
Menurut Suparman, saat ini, terdapat sekitar 7.000 warga binaan Katolik, yang mendapatkan pendampingan spiritual, melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS).
“Dengan Ditjen Pemasyarakatan, kami melakukan penguatan spiritual bagi kurang lebih 7.000 orang Katolik yang saat ini berada di lembaga pemasyarakatan. Penyuluh-penyuluh kami secara terjadwal melakukan kunjungan ke lapas untuk pembinaan dan penguatan rohani,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.
Selain layanan rohani di lapas, Suparman juga mencatat capaian kolaborasi lintas kementerian dalam program perlindungan sosial.
Sebanyak 3.000 anak yatim piatu beragama Katolik hingga usia 18 tahun saat ini mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial sebesar Rp200.000 per bulan.
“Itu merupakan bentuk kolaborasi yang sangat penting, agar negara hadir dalam mendampingi dan melindungi anak-anak yang membutuhkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suparman juga melaporkan perkembangan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru pendidikan agama Katolik.
Menurutnya, jumlah peserta PPG terus meningkat, didukung sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Diskusi panel Rakernas Kemenag 2025 ini turut disimak oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi‘i, para pejabat Eselon I dan II, rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, serta peserta Rakernas yang mengikuti secara luring dan daring. (HS-08)