HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang akan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau taman di kota dengan dilengkapi patung. Selain sebagai ikon baru, juga untuk penanda kawasan atau ruas jalan di Ibu Kota Jawa Tengah ini.
Kepala Disperkrim Kota Semarang, Ali menjelaskan, penambahan taman beserta patung sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Pengadaan taman sekaligus untuk memenuhi penambahan ruang terbuka hijau yang sesusai aturan sebesar 30 persen dari luas kota.
“Beberapa waktu lalu kita menerima penyerahan prasarana dan sarana umum atau PSU dari pihak swasta, sehingga RTH kita bertambah 17 persen. Rencana kita akan terus tambah termasuk di beberapa ruas jalan,” katanya, Rabu (25/1/2022).
Pada tahun lalu, ada beberapa RTH yang telah dibangun lengkap dengan patung khas atau ikon di RTH tersebut. Seperti di Taman Pierre Tandean, Taman MT Haryono dan beberapa taman lainnya yang dibangun pemkot melalui APBD ataupun CSR dari pihak swasta.
Sebelumya, kata Ali, juga telah dibangun Patung Ki Narto Sabdo, Patung Soekarno di Kalibanteng, Soakarno-Hatta di S. Parman dan Arteri Soekarno-Hatta, patung tokoh pewayangan, Parikesit di Taman Simpang Paragon.
Penambahan patung di Kota Semarang juga dilakukan oleh BUMN, misalnya patung Ir. Soekarno di Polder Tawang, patung Jenderal Ahmad Yani.
“Kita juga punya hutan taman kota di Mijen, mungkin saja ke depan akan dibangun patung. Pembangunan patung ini kita sesuaikan dengan ikon atau konsep nama jalan dan sejarah yang ada,” terang Ali.
Rencananya, setiap jalan di Kota Semarang akan ditambah patung dan dibuat ikon baru. Konsep ini terinspirasi beberapa ruas jalan di Bali yang memiliki cerita ataupun sejarah berkaitan dengan jalan tersebut.
“Di Bali itu kan banyak patung, bahkan ada patung yang bisa menari. Kita akan konsep jalan di Semarang sama dengan di Bali,” tutur Ali.
Ali menejelaskan, rencana pembangunan taman berserta patungnya akan terus dilakukan pada tahun ini. Proyek yang sedang berjalan adalah pembangunan patung penari Semarangan di Kaliwiru. Selain itu rencana penambahan patung dan taman juga akan dilakukan di Kawasan Dokter Cipto.
“Kami ingin setiap jalan ini ada ceritanya, misal Dr Cipto. Juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat, Jenderal Sudirman juga direncanakan tahun ini, juga dibangun,” katanya.
Khusus patung tari Semarangan, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 400 Juta sampai Rp 600 juta. Desainnya adalah patung tiga dimensi yang bisa memutar.
Sementara itu, Kabid Pertamanan dan Pemakaman Disperkrim Kota Semarang, Murni Ediati, menjelaskan jika saat ini pihaknya sedang menawarkan kepada pihak swasta ataupun BUMN beberapa spot taman untuk dibangun ulang sebagai tempat rekreasi publik sekaligus RTH.
“Kita sedang rancang taman dan patung tujuh pahlawan revolusi. Untuk titiknya masih kita bahas,” katanya.
Akses menuju Kota Lama juga akan dipercantik dengan pembangunan taman. Pipie, sapaan akrabnya juga menerangkan jika titik Nol Kilometer Semarang di depan Kantor Pos Johar, akan ditambah patung yang ikonik.
Pipie menjelaskan saat ini Disperkrim berkolaborasi dengan DPU sedang membuat DED (detail engineering design) penambahan RTH di kawasan Jalan Pemuda dan Jalan Soekarno-Hatta, untuk dijadikan pusat keramaian baru. (HS-06)