in

Disdikbud Kendal Kutuk Keras Aksi Tawuran Pelajar di Jalan Lingkar Weleri

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi.

HALO KENDAL – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menyayangkan dan mengutuk keras kejadian tawuran pelajar di depan SPBU jalan lingkar arteri Weleri, Desa Parakan Rowosari, Senin (7/11/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

Hal tersebut ia sampaikan menanggapi rekaman video aksi tawuran pelajar yang sempat viral di media sosial dan tersebar di pesan berantai group Whatshapp masyarakat Kendal.

“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras kejadian tawuran pelajar tersebut. Ini merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji. Apalagi dilakukan oleh pelajar,” ujarnya kepada Halosemarang.id, Selasa (8/11/2022).

Wahyu mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan kepolisian dan Cabang Dinas Wilayah XIII Disdikbud Provinsi Jawa Tengah untuk menindaklanjuti kejadian tawuran tersebut serta sebagai upaya preventif kedepan.

“Kami mengajak semua pelajar di Kabupaten Kendal untuk berkegiatan yang positif dan bermanfaat sebagai bekal menggapai cita-cita. Tidak melakukan tawuran, karena perbuatan tidak terpuji dan melanggar hukum,” ungkapnya.

Dalam vidio yang berdurasi 26 dan 27 detik tersebut, memperlihatkan sejumlah pelajar dengan memegang senjata tajam terlibat tawuran di sepanjang jalan arteri.

Selain teriakan para pelaku aksi tawuran, juga terdengar beberapa kali suara petasan pada saat terjadinya tawuran.

Bahkan, ada juga suara seorang wanita berteriak yang diduga merekam aksi tawuran tersebut juga terdengar jelas. Perekam hanya bisa berteriak histeris melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri.

Dalam rekaman terlihat, salah seorang pemuda yang ikut berselisih tertangkap dan dikeroyok puluhan orang dengan menggunakan senjata tajam.

Sementara salah satu pelaku yang juga korban aksi tawuran, MKY (17), warga Desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari mengaku, dirinya sekira pukul 15.30 WIB sedang nongkrong bersama teman-temannya di sebuah warung, di Desa Payung, Kecamatan Weleri.

Selang berapa lama, ia dan teman-temannya dari salah satu sekolah swasta di Weleri bersiap melakukan tawuran dengan pelajar yang diduga dari sekolah swasta di Kaliwungu, di tempat yang sudah ditentukan, yakni di jalan lingkar arteri Weleri.

Sekira pukul 17.00 WIB, pelajar yang diduga dari sekolah swasta di Kaliwungu datang, dan langsung terjadilah aksi serang-menyerang tersebut.

“Selanjutnya saya tidak ingat karena saya terjatuh dan langsung dikeroyok, hingga terluka di punggung saya. Akhirnya saya dibawa oleh mobil ambulans Gringsing ke RSI Muhammadiyah Weleri,” ungkap MKY kepada petugas dari Kodim Kendal. (HS-06)

Buka Posko Pelayanan, Ganjar: Subsidinya Terbatas, Mesti Ditangani Serius

Ganjar Sebut Tol Semarang-Demak Bisa Operasional Saat Nataru 2022