HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) meminta Universitas Dian Nuswantoro menjadi percontohan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri di Kota Semarang.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Belmawa, Sri Suning Kusumawardani saat menghadiri Kampus Merdeka Fair 2023 di Udinus Kota Semarang, Kamis (31/8/2023). Menurutnya, Udinus adalah salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Tengah yang memiliki dampak kemajuan Program MBKM.
Dirinya menjelaskan jika keberlanjutan Program MBKM di Udinus bisa dijadikan tolak ukur karena pembinaan kepada mahasiswa yang berkualitas.
“Keberlanjutan sangat penting dan kita tentu bagaimana mengembangkan nilai ini. Pemilihan Udinus sendiri setelah berkoordinasi dengan LLDIKTI, kami awal tahun melakukan kunjungan dan ternyata udinus sudah melaksanakan dari pertengahan tahun 2000an. Dan kita melihat dampak yang dilihat dari kemandirian dan kami sepakat pada saat itu mengusulkan Udinus tuan rumah disini bukan sekedar wacara,” ujarnya kepada awak media.
Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, membuka gelaran Kampus Merdeka Fair 2023 di Kota Semarang secara daring. Pada kesempatan ini, Nadiem menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), terutama melalui penyelenggaraan MBKM Mandiri atau program-program yang diselenggarakan secara mandiri oleh perguruan tinggi bersama para mitra.
“Besar sekali harapan saya agar Kampus Merdeka Fair yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia ini menjadi pintu gerbang kolaborasi yang lebih intensif bagi perguruan tinggi dan mitra industri. Kolaborasi kita adalah kunci keberhasilan Kampus Merdeka, penggerak kemajuan pendidikan Indonesia,” tuturnya.
Nadiem menuturkan, melalui MBKM, untuk pertama kalinya mahasiswa difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan yang memperkaya ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang bermakna dan relevan. Sejak kebijakan MBKM diluncurkan empat tahun lalu lebih dari 760.000 mahasiswa telah mendapatkan pengalaman pembelajaran yang bermakna dengan melakukan magang dan studi independen di perusahaan kelas dunia, mengajar di sekolah, mengerjakan proyek wirausaha, sampai mengikuti pertukaran pelajar dalam dan luar negeri.
Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya merupakan peserta program Kampus Merdeka yang diselenggarakan secara mandiri oleh perguruan tinggi masing-masing. Transformasi besar ini, menurutnya, tidak bisa terwujud tanpa komitmen dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia serta dukungan dan kolaborasi dari berbagai mitra.
“Kita semua sudah membuktikan bahwa gotong royong seluruh pihak adalah tulang punggung dari akselerasi kualitas sistem pendidikan kita. Dan satu hal yang perlu diingat bersama adalah bahwa capaian kita selama empat tahun terakhir ini barulah awal dari perjalanan kita. Ke depan kita harus melanjutkan gerakan ini dengan melibatkan lebih banyak pihak,” imbuhnya.
Roadshow Kampus Merdeka Fair sendiri diselenggarakan sebagai ajang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan Kampus Merdeka, baik dari kalangan dunia pendidikan maupun dunia usaha dan dunia industri. Setelah sukses dengan gelaran pertama di tahun 2022 lalu, pada tahun ini Kampus Merdeka Fair akan diselenggarakan di tiga kota di Indonesia, dimulai dari Kota Semarang, dan dilanjutkan dengan Kota Gorontalo serta Kota Tangerang.
“Besar sekali harapan saya agar Kampus Merdeka Fair yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia ini menjadi pintu gerbang kolaborasi yang lebih intensif bagi perguruan tinggi dan mitra industri. Kolaborasi kita adalah kunci keberhasilan Kampus Merdeka, penggerak kemajuan pendidikan Indonesia. Mari kuatkan gotong royong untuk menggerakkan Merdeka Belajar dan mewujudkan Kampus Merdeka yang berkelanjutan,” paparnya,
Disisi lain, Rektor Udinus, Edi Noersasongko, menyambut baik penunjukan Udinus sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kampus Merdeka Fair. Kesempatan ini, menurutnya, semakin memacu semangat Udinus untuk terus berkarya dan menciptakan berbagai keunggulan yang kreatif.
Dalam sambutannya, ia menerangkan bahwa Udinus telah ikut menyelenggarakan berbagai program Kampus Merdeka secara mandiri. Ia berharap, inisiatif serupa juga muncul di berbagai perguruan tinggi lainnya.
“Saya berharap juga semua perguruan tinggi di Jawa Tengah ini dengan didukung oleh mitra berlomba-lomba untuk melaksanakan Kampus Merdeka Mandiri,” imbuhnya.
Prof Edi mengaku jika Udinus telah berinovasi untuk Kampus Merdeka sejak 2006 dengan konsep mendidik mahasiswa bisa mandiri dan berguna bagi masyarakat dan industri. Sejumlah karya juga sudah diproduksi oleh mahasiswa Udinus seperti Becak Listrik, Gamelan Digital dan Robot Catur.
“Mahasiwa senang bisa belajar seperti ini bagaimana cara dapat ide menjadi satu menghubungi balai kita dan setelah setuju minta mas Menteri karena ada dana hibah lalu kita terjemahkan,” paparnya. (HS-06)