in

Dinpermades P2KB Demak Sebut Pendek Saja Tak Bisa Disebut Stunting

Kepala Dinpermades P2KB Taufik Rifa’I dalam acara TalkShow di RSKW Selasa, (09/07/2024). (Foto : demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Anak yang hanya berbadan pendek, tidak bisa langsung disebut mengalami stunting.

Terdapat tiga faktor yang menjadi indikator, yakni pertumbuhan fisik, otak, dan metabolisme.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinpermades P2KB, Taufik Rifa’I, dalam acara Talk Show di RSKW, Selasa (09/07/2024).

“Stunting menjadi masalah kita bersama, ada intervensi spesifik dan sensitif, bukan hanya tugas Dinas kesehatan saja tetapi juga seluruh OPD yang terkait termasuk Pemdes. Sosialisasi edukasi akan terus dilakukan, kita tidak boleh puas dengan capaian yang sudah diperoleh demi generasi ke depan yang lebih baik,“ tambah Taufik.

Dalam Talkshow yang dipandu oleh hostlulu Nagita, turut hadir sebagai narasumber, Kabid KB Dinpermades P2KB Indah Kusumawati.

Indah menyampaikan, Stunting itu tidak melulu pendek, yang dikhawatirkan adalah gangguan pertumbuhan otak yang disebabkan kurang gizi kronis.

Pendek saja tetapi perkembangan otak baik belum bisa dikatakan stunting.

“Pendek hanya deteksi awal saja, sebagai bentuk intervensi kita“, jelas Indah

Lebih jauh Indah menjelaskan, Demak memiliki kader tim pendamping keluarga yang jumlahnya 2.771.

Wilayah kerjanya di RT dan RW, pendampingan sangat intens dilakukan, ada pelatihan Elsimil siap nikah dan siap hamil, para Catin  didampingi dan ditanya apakah tablet tambah darah diminum tidak.

“Kemudian untuk ibu hamil jika ditemui KEK (kurang Energi Kronis ) harus segera diintervensi dengan informasi edukasi”, tutur Indah. (HS-08)

Mbak Ita Jamin Pendidikan Anak Pasutri Tunanetra yang Tertolak PPDB SMA

Lakukan Penggerebekan di Dua Lokasi, Petugas Gabungan di Demak Temukan 8.952 Batang Rokok Ilegal