HALO KENDAL – Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal masih memantau penyakit yang berpotensi menjangkiti masyarakat akibat banjir di Kabupaten Kendal. Bahkan seluruh puskesmas juga diminta untuk tetap melayani warga dan memantau penyakit akibat banjir.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Parno mengatakan, pihak Dinkes membuka 14 Posko Kesehatan di sembilan puskesmas yang berada di wilayah kecamatan yang terkena banjir.
“Posko Kesehatan hanya dibuka mulai Senin sampai Kamis kemarin. Untuk selanjutnya, pelayanan dibuka melalui tiap-tiap puskesmas,” ujarnya, Sabtu (7/1/2023).
Parno menegaskan, sampai dengan tanggal 14 depan, seluruh Puskesmas di wilayah Kendal tetap diminta siaga, untuk mengantisipasi adanya kasus-kasus penyakit yang muncul.
“Bila ada kasus-kasus yang mengalami peningkatan atau kasus-kasus baru yang muncul, tetap kami lakukan antisipasi, termasuk untuk rujukan bila diperlukan,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kendal, Siswanto menambahkan, dari hasil pengamatan, penyakit warga yang terdampak banjir, paling banyak terkena penyakit gatal-gatal, dan ada juga yang terkena diare.
Dikatakan, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir diberikan Dinkes Kendal secara gratis, termasuk mendapatkan obat dan salep.
“Rata-rata penyakit dampak banjir, yaitu gatal-gatal di telapak kaki, kemudian ada juga beberapa warga yang terkena diare,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Puskesmas Kendal 2, drg Sri Sahadatain mengatakan, Puskesmas Kendal 2 sempat membuka empat Posko Kesehatan untuk melayani kesehatan warga terdampak banjir.
“Dua Posko berapa di rumah warga, satu Posko di Kantor Kelurahan, dan satu lagi Posko di masjid,” bebernya.
Sri Sahadatain menambahkan, pasca-banjir ini, pelayanan kesehatan dilakukan di Puskesmas atau di Kantor Kelurahan yang memiliki Pusat Kesehatan Desa (PKD).
“Bila masyarakat masih membutuhkan pelayanan, kami imbau untuk bisa ke Pustu, PKD atau ke Puskesmas,” imbaunya.
Sri Sahadatain juga menjelaskan, dari hasil pemeriksaan di wilayah Puskesmas Kendal 2, kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir relatif baik.
“Keluhan yang dirasakan di antaranya ada yang mengalami gatal-gatal. Sebagian ada yang terdeteksi mengalami tekanan darah tinggi ringan, namun bukan akibat terkena banjir,” pungkasnya.(HS)