HALO SRAGEN – Pemkab Sragen telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp195 juta pada tahun 2026, untuk pemeliharaan ruas jalan depan Kantor Kecamatan Sukodono menuju Cengklik, yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen, Mursid Joko Wiranto, terkait kegiatan kunjungan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas untuk meninjau progres perbaikan jalan di Kecamatan Sukodono, Jumat (5/6/2026).
Peninjauan ini merupakan kunjungan keduanya ke lokasi, setelah kegiatan serupa dilakukan 1 Juni lalu.
Kali ini, peninjauan difokuskan pada ruas jalan depan Kantor Kecamatan Sukodono menuju Cengklik serta kawasan depan Pasar Sukodono.
Lebih lanjut Mursid Joko Wiranto mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk pengecoran beton bertulang sepanjang 70 meter, dengan lebar lima meter, pada lokasi yang mengalami kerusakan paling parah.
Ia menambahkan, penanganan jalan akan terus dilanjutkan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 dengan alokasi sekitar Rp2,1 miliar.
Selain melanjutkan pengecoran pada ruas yang masih rusak, pemerintah juga menargetkan penyelesaian ruas Sukodono–Cengklik secara bertahap agar akses masyarakat semakin lancar.
“Kami fokus penataan kawasan ini secara bertahap. Lebar jalan akan ditingkatkan hingga tujuh meter dan secara bertahap ruas Sukodono–Cengklik akan diselesaikan dengan konstruksi beton yang lebih mantap. Setelah penanganan jalan selesai, kami lanjutkan dengan penataan drainase agar kawasan ini semakin tertata dan mampu mendukung aktivitas masyarakat dalam jangka panjang,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Selain penanganan di Kecamatan Sukodono, DPU Sragen juga terus melakukan pendataan dan survei terhadap ruas jalan lain yang membutuhkan pemeliharaan, rehabilitasi maupun rekonstruksi.
Mursid menegaskan, dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, pelaksanaan perbaikan dilakukan berdasarkan tingkat prioritas dan urgensi kebutuhan masyarakat.
“Untuk jalan yang menjadi kewenangan provinsi maupun nasional, kami terus berkoordinasi agar penanganannya dapat dipercepat. Beberapa ruas yang kami usulkan antara lain Alun-Alun Sragen–Pilangsari, Alun-Alun Sragen–Transito, serta Sidoharjo–Gemolong agar dapat memperoleh dukungan perbaikan pada tahun ini,” imbuhnya.
Dari hasil peninjauan tersebut, Sigit menilai penanganan sementara di depan Pasar Sukodono telah membuat kondisi jalan lebih rapi dan arus lalu lintas lebih lancar, sembari menunggu penanganan permanen.
Di sisi lain, perbaikan ruas Sukodono–Cengklik terus berjalan dan akan diteruskan secara bertahap melalui dukungan Anggaran Perubahan 2026.
“Setelah ini masyarakat bisa lebih nyaman melintasi ruas jalan ini. Semoga Sukodono semakin tumbuh dan berkembang lebih baik,” kata dia.
Salah satu pengguna harian ruas Sukodono–Cengklik, Fina Arum, menyambut baik dimulainya perbaikan jalan tersebut.
Menurutnya, ruas jalan itu merupakan jalur penghubung antar kecamatan yang cukup ramai dilalui masyarakat, sehingga perbaikannya sangat dinantikan demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kondisi jalan ini memang cukup memprihatinkan,” kata dia.
Dia juga mengemukakan bahwa di jalan antarkecamatan yang sering dilalui banyak orang itu, pada musim kemarau selalu berdebu dan sangat mengganggu. Adapun saat musim hujan, jalan itu berlubang-lubang dan sering tergenang hingga banjir.
“Saya berharap perbaikannya bisa segera dituntaskan supaya masyarakat lebih nyaman dan aman saat melintas,” katanya.
Hal senada disampaikan Partini, pedagang buah yang sehari-hari berjualan di sekitar Pasar Sukodono.
Ia mengaku kondisi jalan yang mulai membaik membuat lingkungan sekitar pasar terasa lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
“Alhamdulillah, saya turut senang jalannya sudah diperbaiki. Sekarang debu-debu sudah hilang dan akses semakin lancar,” katanya. (HS-08)


