in

Dihadiri Ratusan Pensiunan, PWRI Banjarnegara Rayakan HUT ke-64

Peringatan HUT Ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), di aula SMPN 1 Mandiraja, Sabtu (8/9/2026). (Foto : banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Ratusan pensiunan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, memadati aula SMPN 1 Mandiraja, Sabtu (8/9/2026) untuk memeriahkan Peringatan HUT Ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).

Mengusung tema “Satu Tekad Satu Jiwa Memperkokoh Solidaritas Wredatama demi Kesejahteraan Bersama” peringatan tahunan ini dihadiri sekitar 350 peserta dari berbagai pelosok kecamatan.

Rangkaian kegiatan HUT PWRI tahun ini pun terbilang padat, mulai dari ziarah ke makam pahlawan, senam bersama di Alun-alun Banjarnegara, hingga beragam kegiatan sosial berbasis keanggotaan di tingkat kecamatan.

Ketua PWRI Kabupaten Banjarnegara, Oetomo, menjelaskan bahwa pelaksanaan peringatan HUT PWRI di Banjarnegara diselenggarakan secara bergilir di setiap wilayah eks-kawedanan.

Tahun ini, Eks-Kawedanan Purworejo Klampok dan Kecamatan Mandiraja dipercaya menjadi tuan rumah.

“PWRI bukan hanya tempat berkumpul, melainkan wadah tunggal bagi purnatugas ASN dari seluruh kementerian, pegawai BUMN/BUMD, mantan pejabat negara, hingga purnakepala desa dan perangkat desa,” kata Oetomo, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.

Oetomo menambahkan, saat ini jumlah anggota PWRI Banjarnegara telah mencapai lebih dari 2.500 orang, menjadikannya yang terbesar ketiga di Jawa Tengah setelah Wonogiri dan Klaten.

Selain mempererat silaturahmi, PWRI Banjarnegara juga aktif mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri.

Penghargaan Khusus Lansia 80+ Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan keaktifan anggota, pengurus memberikan piagam penghargaan serta bebungah kepada para anggota senior yang telah berusia di atas 80 tahun dan masih aktif berkontribusi.

Sementara itu Sekda Banjarnegara, Hendro Cahyono yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi terhadap energi positif yang dipancarkan oleh para purnatugas.

“Jujur, saya merasa kalah semangat. Pancaran energi dan kesehatan para senior di sini sangat luar biasa dan menginspirasi kami yang masih aktif,” ungkap Hendro.

Hendro mengatakan bahwa masa pensiun hanyalah purna dari jabatan formal, namun bukan akhir dari pengabdian kepada masyarakat. Banyak purnatugas yang kini tetap aktif melayani warga sebagai ketua takmir masjid, pengurus BPD, hingga memimpin lembaga pendidikan seperti Sekolah Lansia Istiqomah yang diinisiasi oleh purna tugas daerah.

Sementara itu, Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, Hendro Martoyo, menekankan pentingnya mentransfer pengalaman dan pengetahuan (solidaritas wredatama) dari para purnatugas kepada generasi penerus.

Ia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa suatu bangsa tidak akan bisa maju tanpa menghargai jasa para pendahulunya.

Martoyo juga meminta pemerintah daerah untuk terus mendukung penerapaan “stelsel pasif” atau tomatis menjadi anggota PWRI.

Melalui mekanisme ini, setiap ASN atau pegawai yang memasuki masa purnatugas secara otomatis terdaftar sebagai anggota PWRI.

“PWRI dibentuk dari Sabang sampai Merauke sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Kami berharap sinergi dan dukungan hibah dari Pemkab Banjarnegara dapat terus berlanjut demi penguatan organisasi hingga ke tingkat kecamatan,” katanya. (HS-08).

 

 

Cetak SDM Transportasi untuk Atasi Lalu Lintas yang Kian Padat, Blora Gandeng PKTJ Tegal

Gebyar Merdeka UMKM Bantu Ratusan Pelaku Usaha di Purbalingga Naik Kelas