HALO KENDAL – Dalam rangka memastikan kesiapan layanan kateterisasi jantung catheterization laboratory (cathlab) atau suatu pelayanan yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah, Tim RSUD dr H Soewondo Kendal menggelar pertemuan dalam rangka visitasi.
Visitasi cathlab di RSUD dr.H.soewondo Kendal oleh Dr dr Hananto Andrinto Sp JP (K) Mars selaku Ketua Dewan Etik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki).
Selain membahas terkait visitasi, juga melakukan peninjauan di ruang cathlab dan ruang ICCU (Intensive Coronary Care Unit) RSUD dr H Soewondo Kendal, Sabtu (11/5/2024).
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Mohammad Wibowo mengatakan, cathlab adalah suatu pelayanan yang di lakukan di laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah.
Sehingga, dengan adanya layanan, pasien jantung yang ada di Kendal tidak perlu lagi pergi jauh untuk tindakan cathlab. Karena RSUD dr H Soewondo dilengkapi dengan peralatan penunjang cathlab.
“Pelayanan cathlab merupakan salah satu layanan unggulan yang akan segera dibuka di RSUD dr H Soewondo Kendal, untuk diagnostik dan intervensi penyakit jantung dan pembuluh darah. Sehingga jika telah beroperasi nanti diharapkan dapat melayani pasien-pasien dengan penyakit jantung yang membutuhkan tindakan cathlab,” ujar dokter Bowo sapaan akrabnya.

Sehingga, lanjut dr Bowo, pasien jantung di Kendal tidak perlu lagi pergi jauh untuk tindakan cathlab. Karena RSUD dr H Soewondo dilengkapi dengan peralatan penunjang cathlab.
Sementara, dr Hananto Andrinto mengatakan, layanan kateterisasi jantung termasuk dalam transformasi kesehatan lanjutan yang telah berhasil dilakukan, dibuktikan dengan berhasilnya dilakukan pemasangan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) atau ring jantung di sejumlah rumah sakit.
“Mengingat angka kematian akibat penyakit jantung adalah salah satu angka kematian tertinggi di dunia, dan salah satu upaya untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung ini yaitu dengan tindakan intervensi. Sehingga penanganan penyakit jantung ini menjadi lebih baik lagi dan membuat masyarakat bisa terlayani dengan lebih optimal,” terangnya.
Hananto menjelaskan, unit layanan katerisasi jantung/cathlab mulai operasional sejak 2006 dengan beberapa ahli intervensi non bedah (SpJP Konsultan) dan melakukan tindakan rata-rata 700 hingga 1.100 prosedur pertahunnya.
“Layanan kateterisasi tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, perawat, serta radiografer yang telah menjalani pendidikan intervensi jantung dan pembuluh darah,” jelasnya.

Hananto membeberkan, selain tindakan Angiografi Koroner dan Intervensi Koroner Perkutan, layanan cath lab juga dapat melakukan pelayanan angiografi koroner, penyadapan jantung, intervensi koroner perkutan atau pemasangan stent ring jantung, pericardiosentesis atau pengambilan cairan pada selaput jantung, pemasangan alat pacu jantung sementara dan permanen, serta arteriografi atau PTA dan intervensi lainnya.
Ia pun menyebut, akhir 2023 sudah ada 55 rumah sakit kabupaten/kota yang memiliki cathlab, atau masih 15,1 persen dari 267 rumah sakit.
“Targetnya memang semua rumah sakit kabupaten atau kota memiliki laboratorium kateterisasi jantung. Tapi untuk cathlab ada persyaratannya, yaitu ukuran bangunan, panjang, lebar, tinggi, dan jarak antara cathlab dengan instalasi gawat darurat atau IGD. Jadi alat cathlab akan kita berikan jika sudah memenuhi kriteria bangunan,” imbuh Hananto. (HS)