in

Diduga Jengkel Sering Diejek, Alasan Abdul Jaelani Serang Tetangganya Hingga Meninggal Dunia

Ilustrasi.

HALO KENDAL – Motif sakit hati menjadi alasan bagi Abdul Jaelani (24) sehingga tega melakukan penganiayaan kepada pasangan suami-istri (pasutri) di Dusun Bokingkin, Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Akibatnya korban bernama Mas’ud meninggal dunia di RSI Weleri, Kendal, Senin (6/2/2023).

Pelaku yang juga tetangga korban, saat dimintai keterangan mengaku, sebelum mendatangi rumah korban, sempat pesta minuman keras dengan enam orang temannya. Namun saat mendatangi rumah korban ia sendirian.

Dikatakan sebenarnya saat itu, dirinya mencari anak korban yang bernama Evi, namun yang keluar justru ibunya yang bernama Islamiyah (56) dan Mas’ud (61), bapaknya.

Jaelani juga mengaku, dirinya mempunyai masalah dengan anak korban tersebut, karena diduga sering mengejeknya. Karena dianggap orang tuanya ikut campur, akhirnya dia emosi dan menganiaya kedua korban.

“Sebenarnya saya mencari anak korban namanya Evi, namun yang keluar justru ibu dan bapaknya. Karena sudah emosi saya pukul ibunya terlebih dahulu dua kali hingga tersungkur. Kemudian karena bapaknya akan melawan, saya pukul tiga kali di kepalanya,” ungkapnya.

Setelah kedua korban tergeletak di depan rumah, kemudian pelaku melempar kaca pintu rumah dengan menggunakan batu besar yang ia bawa.

Akibatnya, anak korban yang bernama Sobirin (kakak Evi-red) terbangun, setelah mendengar suara kaca pecah. Tidak terima melihat orang tuanya tergeletak di depan rumah bersimbah darah, anak korban kemudian langsung menyerang pelaku sehingga terjadi pertarungan.

Ketua RT 8 RW 2, Ahmad Jazuri mengatakan, kejadian terjadi Senin (6/2/2023) sekira pukul 03.30 WIB. Sempat terjadi perkelahian antara pelaku, Ahmad Jaelani dengan anak korban, Sobirin. Kemudian warga yang hendak berangkat ke musala ikut membantu mengamankan pelaku.

“Terjadi perkelahian antara pelaku dengan Sobirin anak korban. Saat itu ada warga yang akan berangkat ke musala untuk salat Subuh, akhirnya ikut membantu mengamankan pelaku,” terangnya.

Jazuri menjelaskan, memang sebelumnya, sempat terjadi cekcok antara pelaku dengan anak korban yang bernama Evi usai Maghrib, Minggu (5/2/2023). Namun menurutnya, keduanya sudah didamaikan.

“Diduga, pelaku memiliki dendam terhadap anak korban. Lantaran pelaku merasa kerap diejek. Padahal itu hanya perasaan si pelaku saja,” jelasnya.

Jazuri menambahkan, pelaku yang sudah diamankan warga, kemudian diserahkan kepada pihak Polsek Kangkung. Sedangkan kedua korban, Mas’ud dan Islamiyah langsung dibawa ke RSI Weleri.

“Namun Pak Mas’ud tidak bisa tertolong dan meninggal. Sedangkan ibu Islamiyah yang terluka parah di bagian kepala, masih menjalani perawatan akibat terkena pukulan benda tumpul,” ujarnya.

Plh Kapolsek Kangkung, Iptu Efendi mengatakan, dari pemeriksaan sementara, diketahui pelaku penganiayaan merasa sakit hati karena diejek oleh anak korban.

“Pelaku hendak mencari anak korban tetapi dihalangi oleh kedua korban. Karena emosi, akhirnya pelaku menganiaya korban dengan memukul pakai balok kayu sebanyak tiga kali. Balok kayu itu dibawa pelaku dari rumahnya,” tutur Iptu Efendi.(HS)

Alasan Keamanan, Laga PSIS vs Persebaya Ditunda

Gandeng Siswa Jadi Detektif Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Perketat Pengawasan Peredaran Jajanan