“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit ayan. Kemungkinan saat kejadian sakitnya sedang kambuh. Namun, lebih jelasnya nanti akan ada keterangan dari pihak medis,” ujar Aiptu Jumiko, selaku Bhabinkamtibmas Desa Kalisalak.
Epilepsi, yang dalam bahasa awam dikenal sebagai penyakit ayan, adalah gangguan sistem saraf pusat di mana aktivitas otak menjadi abnormal. Ini menyebabkan kejang dan sensasi yang tidak biasa, dan terkadang hilang kesadaran.
Penyakit ini dapat menimbulkan situasi berbahaya jika terjadi tanpa pengawasan, terutama di dekat sumber bahaya seperti sumur.
Sementara itu, Ahmad Taroji, Kepala Dusun (Kadus) Kalisalak, menjelaskan kronologi penemuan korban Slamet di dalam sumur. Menurutnya, saat kejadian istri korban sedang bekerja.
“Sekitar pukul 13.57 WIB, istri korban, Fitriyah, pulang untuk istirahat dan mendengar suara gemuruh dari area sumur. Saat diperiksa, ternyata suaminya sudah berada di dalam sumur,” bebernya.
Mengetahui hal tersebut, Fitriyah segera keluar rumah dan meminta pertolongan dari tetangga sekitar.
Proses evakuasi korban pun berlangsung cukup dramatis mengingat kedalaman sumur yang mencapai 10 meter dan kondisi sumur yang sempit. Korban akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian diperiksa oleh tim medis dari RSUD Kalisari Batang. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban.
“Korban meninggal dunia diduga karena terjatuh ke dalam sumur dalam kondisi tidak sadar akibat penyakit epilepsinya,” ujar salah satu anggota tim medis dari RSUD Kalisari Batang.
Pihak keluarga yang berada di lokasi menyatakan tidak ingin jenazah Slamet diauotopsi. Bahkan Fitriyah, istri korban, dengan tegas menyatakan keluarganya sudah ikhlas dengan kejadian tersebut dan ingin segera memakamkan jenazah suaminya.
“Kami ikhlas, ini musibah. Kami ingin supaya suami saya langsung dimakamkan saja,” ungkapnya.
Kejadian tragis tersebut membuat warga Gang Duku, Desa Kalisalak yang mengenal Slamet sebagai sosok yang ramah dan baik turut merasa kehilangan. Beberapa warga bahkan terlihat membantu keluarga korban dalam prosesi pemakaman. (HS-06)