in

Di Masa Depan, Polri Bakal Gunakan Robot Humanoid dan Robodog

Polri memamerkan robot humanoid dalam syukuran Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pernah nonton Robocop, sebuah film Amerika Serikat yang dirilis pada 17 Juli 1987 silam ?.

Dalam film itu digambarkan manusia robot alias cyborg bernama Alex James Murphy, yang membantu Kepolisian Detroit untuk menumpas kejahatan.

Rupanya, seiring dengan perkembangan teknologi, upaya pembuatan robot untuk membantu tugas kepolisian terus dilakukan.

Di masa mendatang, Polri pun akan menggunakan robot humanoid dan robodog (robot anjing), untuk membantu tugas-tugas lembaga penegak hukum itu.

Berdasarkan informasi yang dirilis humas.polri.go.id, robot humanoid maupun robodog ini juga telah dipamerkan dalam syukuran Hari Bhayangkara ke-79.

Jumlahnya juga cukup banyak, ada 25 unit robot humanoid dan robot anjing (K9) yang dipamerkan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Kehadiran teknologi ini merupakan wujud komitmen Polri dalam modernisasi perangkat tugas untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan personel, dan efektivitas pelayanan publik.

Robot-robot ini, di masa depan diharapkan dapat mendukung tujuh fungsi kepolisian, termasuk menjadi penjinak bahan peledak.

Fungsi pertama, robot humanoid dan robodog ini dapat membantu melakukan pengawasan dan pemantauan di lokasi berbahaya, seperti gedung terbengkalai atau area bencana.

Kedua, penanganan situasi berbahaya termasuk penjinakan bahan peledak dan penyanderaan.

Ketiga, pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana alam maupun kebakaran.

Keempat, pengumpulan barang bukti forensik seperti sidik jari dan sampel DNA di TKP.

Kelima, pengawasan lalu lintas melalui pemantauan pelanggaran dan identifikasi kendaraan.

Keenam, patroli cerdas dengan dukungan teknologi pengenalan wajah (face recognition).

Ketujuh, deteksi bahan berbahaya seperti bom, narkotika, dan bahan kimia.

Inovasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Ke-4 yang menekankan penguatan SDM, sains, dan teknologi.

Polri menggandeng putra-putri bangsa melalui kolaborasi dengan PT SARI Teknologi, mencerminkan semangat pemberdayaan pemuda dalam pengembangan teknologi robotik dan AI.

Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, Robot-robot ini di masa depan akan menjadi mitra strategis personel Polri.

Mereka dirancang untuk mengambil peran di lokasi berisiko tinggi, guna mengurangi paparan bahaya terhadap manusia, sekaligus meningkatkan akurasi operasi.

Kami mengakui bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan awal dan akan terus belajar dari praktik terbaik negara-negara maju.

Lebih lanjut, Irwasum Polri menutup pernyataan, Modernisasi Polri adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan seluruh rakyat Indonesia.

Kami berkomitmen menjalani proses ini dengan transparansi, termasuk belajar dari mitra internasional dan melaporkan perkembangan riset secara berkala. Teknologi ini hadir untuk memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelayanan kepolisian.

Direktur Utama PT SARI Teknologi, Yohanes Kurnia Widjaja menambahkan pihaknya membangun teknologi ini, dengan menyesuaikan kebutuhan unik Polri.

“Contoh robot K9 buatan kami mampu bertahan 8 jam dalam cuaca ekstrem dan terintegrasi AI behavior analysis. Untuk robot Humanoid masih terus dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan kepolisian di masa depan. Kami masih memerlukan ribuan jam uji coba dan penyempurnaan algoritma sebelum mencapai tingkat operasional penuh,” kata dia.

Masyarakat yang menyaksikan demonstrasi robot di Monas menyambut antusias. Polri berupaya menunjukkan keseriusan dalam memulai memanfaatkan teknologi untuk keselamatan warga. (HS-08)

Bupati Blora Targetkan Gedung Sekolah Rakyat Selesai Awal Juli 2025

Potensi Luar Biasa, Heri Pudyatmoko Dorong Wisata Jateng Perlu Gebrakan Promosi Digital