HALO SEMARANG – Penanganan warga terdampak banjir bandang di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Kecamatan Tembalang, Jumat (6/1/2023) lalu oleh Pemerintah Kota Semarang, dinilai kalangan DPRD Kota Semarang sudah baik. Sebab, paska-banjir bandang, Pemerintah Kota Semarang turun langsung ke titik banjir dan memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Baik dalam hal perbaikan sementara tanggul yang jebol, maupun bantuan logistik dan kebutuhan harian seperti selimut, makanan dan pakaian layak. Sedangkan, warga yang mengungsi terutama anak-anak dan perempuan di tempatkan di Balai Diklat Kota Semarang agar kebutuhan harian warga berupa makanan dan air bersih juga tercukupi.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriansyah mengatakan, penanganan warga terdampak banjir bandang di Perumahan Dinar Indah, Meteseh dan daerah sekitarnya yang terkena banjir dari pemerintah sudah baik. Seperti menempatkan anak-anak dan perempuan yang harus mengungsi di Gedung Balai Diklat Kota Semarang. Pihaknya juga mengimbau warga tetap tinggal di Balai Diklat untuk sementara waktu, sampai selesai pembersihan rumahnya.
“Kalau pembersihan lumpur di rumah dan jalan lingkungan sudah selesai, baru warga bisa pulang ke rumahnya masing-masing dengan catatan kondisinya sudah benar-benar kondusif. Terutama anak-anak dan perempuan agar aman,” terangnya, Senin (9/1/2023).
Pihaknya juga meminta agar dapur umum untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir tetap dioperasionalkan. “Dapur umum harus tetap ada, karena untuk menyalurkan bantuan berupa makanan dan logistik harian warga terdampak banjir. Sebab, banjir juga merendam wilayah Genuk, Pedurungan, dan sekitarnya. Apalagi dengan kondisi cuaca yang saat ini kadang masih ada hujan ekstremnya. Relawan harus standby dan turun ke daerah bencana karena melihat cuaca sekarang sudah masuk puncak musim hujan,” imbuh politisi PKB ini.
Sementara, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, bahwa warga Dinar Indah yang terkena banjir dan mengungsi ke Balai Diklat saat ini sudah berangsur kembali ke rumahnya. Namun, posko pengungsian tetap dibuka. Lalu, dapur umum juga tetap beroperasi, namun untuk jumlah makanan yang diberikan kepada masyarakat sudah berkurang. Karena mereka sudah menerima banyak bantuan dari berbagai pihak.
“Kondisi terakhir, saya kira masyarakat sudah banyak memberi bantuan. Saya juga turun ingin mengetahui secara persis tentang teknisnya,” terang Iswar.
Sekarang ini, lanjut Iswar, Pemerintah Kota Semarang tengah memikirkan langkah yang harus dilakukan agar banjir tidak terulang lagi. Iswar menyebut, penanganan sementara di lokasi banjir Dinar Indah dengan menggunakan pembangunan kisdam dan cerucuk bambu untuk membendung Kali Pengkol atau DAS Babon yang jebol di wilayah Meteseh, Tembalang.(HS)