in

Deteksi Dini Kanker pada Anak, RSUP Dr Sardjito Gelar Sosialisasi di Cilacap

Sosialisasi dan Edukasi Kewaspadaan Keluarga serta Masyarakat Umum terhadap Kanker pada Anak, Kamis (15/1/2026), di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap. (Foto : cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – RSUP Dr Sardjito Yogyakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap, menggelar Sosialisasi dan Edukasi Kewaspadaan Keluarga serta Masyarakat Umum terhadap Kanker pada Anak, Kamis (15/1/2026), di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap.

Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow tim Family Support Officer (FSO) RSUP Dr Sardjito yang bekerja sama dengan FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan) UGM dan Princess Maxima Hospital Belanda.

Cilacap dipilih sebagai lokasi prioritas karena masuk dalam daftar 10 besar daerah domisili pasien kanker anak, yang berobat ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

Bupati Cilacap melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Sri Murniyati, saat membuka acara menyatakan bahwa penanganan kanker pada anak memerlukan sinergi lintas sektor.

“Dampak kanker anak tidak hanya menyentuh aspek medis, tapi juga psikologis, sosial, dan ekonomi keluarga,” kata dia, seperti dirilis cilacapkab.go.id.

Menurut dia, deteksi dini kanker sangat menentukan keberhasilan pengobatan selanjutnya.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini agar sistem rujukan dan pendampingan pasien di daerah semakin kuat,” ujar Sri Murniyati.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan terkait kasus kanker pada anak.

Tercatat sebanyak 124 anak asal Cilacap menjalani penanganan kanker di RSUP Dr Sardjito sepanjang periode 2020-2024.

“Dari 124 anak tersebut, sekitar 56 anak meninggal dunia. Ini menjadi perhatian khusus karena kemungkinan besar terjadi keterlambatan penanganan. Banyak keluarga baru memeriksakan anaknya setelah (anaknya) merasakan sakit yang luar biasa atau sudah stadium lanjut,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin menegaskan, melalui edukasi ini, para pemangku kepentingan mulai dari tenaga kesehatan di Puskesmas hingga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) diharapkan mampu memberikan motivasi kepada keluarga. Ia juga memastikan pemerintah akan hadir memberikan dukungan aksesibilitas.

“Jika belum punya BPJS, akan kita prioritaskan. Untuk transportasi, kita koordinasikan dengan Baznas atau ambulans puskesmas. Intinya, semakin awal dideteksi, tingkat kesembuhannya sangat bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Dokter Hemato-Onkologi Anak RSUP Dr Sardjito, Alexandra Widita Swipratami Pangarso, menjelaskan bahwa kanker pada anak sering menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit lain.

Terdapat 9 gejala awal yang harus diwaspadai, di antaranya pucat, lemas, pusing, hingga munculnya benjolan yang tidak nyeri secara tiba-tiba.

“Kanker anak tidak semua ada stadiumnya, yang penting adalah rujukan segera. Kami ingin nakes dan kader di lingkungan rumah tangga langsung aware. Jika ada gejala, segera rujuk ke fakes amupun rumah sakit. Jika ternyata bukan kanker, ya alhamdulillah, tapi jangan sampai terlambat,” tegas Alexandra.

Dokter kanker darah dan onkologi anak tersebut juga menekankan pentingnya pengawasan selama 5 tahun pasca-pengobatan.

“Di lima tahun pertama risiko kambuh masih ada. Jika sudah lewat 5 tahun tanpa kambuh, baru bisa dinyatakan sembuh total dengan risiko kambuh yang sangat kecil,” imbuhnya.

Antusiasme terlihat dari para peserta, salah satunya Tika Ayu Muslimah, Kader Posyandu Desa Ujunggagak, Kecamatan Kampung Laut. Ia mengaku materi yang disampaikan sangat aplikatif untuk diterapkan di masyarakat.

“Materi ini sangat mudah dipahami dan tidak berbelit-belit. Ini modal bagi kami untuk menyosialisasikannya kepada ibu-ibu balita dan remaja di posyandu nantinya agar mereka bisa lebih sadar dan mendeteksi dini kemungkinan-kemungkinan yang ada,” kata Tika.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial, Baznas, 10 rumah sakit, 38 Puskesmas, serta TKSK dari 24 kecamatan se-Kabupaten Cilacap dengan materi diantaranya, tentang Deteksi Dini pada Kanker, Tata Kelola Pasien Kanker, Mitos Fakta Seputar Kanker, Ketakutan pada Proses Deteksi Dini Pasien Kanker, dan Sudut Pandang Sosial dalam Penanganan Dinamika Baru Kehidupan Keluarga.

Melalui penguatan jejaring ini, diharapkan angka harapan hidup anak penderita kanker di Cilacap dapat meningkat secara signifikan. (HS-08)

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Semarang, Ratusan Rumah Terendam

Hadiri Merti Desa, Wabup Purworejo Tegaskan Komitmen Perbaiki Infrastruktur