in

Debit Air Menyusut Saat Kemarau, Distribusi Air Irigasi dari Bendung Juwero Kendal Diatur Bergiliran

Bendung Juwero di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Memasuki puncak kemarau, debit air di Bendung Juwero, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, mengalami penyusutan. Meski demikian, kondisi saat ini dinilai masih lebih baik dibandingkan musim kemarau ekstrem yang terjadi sekitar lima tahun lalu.

Petugas Operasional Bendung Juwero, Arfiyanto mengatakan, debit sungai yang masuk ke bendungan saat ini mencapai sekitar 9,6 meter kubik per detik. Aliran tersebut dibagi ke dua saluran irigasi utama, masing-masing sekitar 4,8 meter kubik per detik.

“Kalau sekarang debit sungainya sekitar 9,6 meter kubik per detik. Dibagi ke saluran kanan dan kiri, masing-masing sekitar 4,8 meter kubik per detik,” ujarnya, Selasa (14/7/2027).

Arfiyanto menjelaskan, debit air akan terus mengalami penurunan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dan tidak disertai hujan di wilayah hulu. Meski begitu, kondisi saat ini belum mencapai titik terendah seperti yang pernah terjadi pada 2021.

“Yang paling rendah pernah sekitar lima tahun lalu. Waktu itu total debitnya tinggal sekitar lima meter kubik per detik, sehingga masing-masing saluran hanya menerima sekitar 2,5 meter kubik per detik. Kondisi itu jauh lebih berat dibanding sekarang,” jelasnya.

Arfiyanto menambahkan, kondisi debit 9,6 terjadi sekitar awal Juli 2026, dan saat debit hanya lima meter kubik per detik, kebutuhan air irigasi di wilayah hilir tidak dapat terpenuhi secara optimal.

Akibatnya, pembagian air harus dilakukan lebih ketat karena seluruh lahan pertanian tidak bisa memperoleh pasokan secara bersamaan.

“Saat debit sekecil itu, kebutuhan di bawah tidak mencukupi. Petugas di pintu pembagi harus mengatur giliran air agar semua wilayah tetap mendapat bagian,” imbuh Arfiyanto.

Ia juga membeberkan, dari Bendung Juwero air irigasi disalurkan ke sejumlah kecamatan, antara lain Ringinarum, Gemuh, sebagian Kangkung, Cepiring, serta Patebon. Sementara saluran lainnya mengairi wilayah Pegandon dan sekitarnya melalui pintu-pintu pembagi yang dijaga petugas.

Menurut Arfiyanto, petugas bendung tidak dapat menambah debit air apabila pasokan dari hulu memang berkurang. Yang bisa dilakukan hanyalah mengatur distribusi agar pemanfaatan air tetap merata.

“Kalau debit dari hulunya kecil, kami tidak bisa membesarkan aliran. Yang bisa dilakukan hanya mengatur pembagiannya supaya semua daerah layanan tetap mendapatkan air,” tandasnya.

Arfiyanto berharap hujan segera turun, sehingga debit Bendung Juwero kembali meningkat. Dengan pasokan air yang lebih besar, kebutuhan irigasi petani, terutama tanaman padi, dapat kembali tercukupi dan potensi gagal panen dapat dihindari.(HS)

Pakuwon Mall dan Kota yang Suka Bermain Dadu dengan Ancaman