in

Bersinergi Entaskan Kemiskinan, Baznas Wonosobo Salurkan Rp830 Juta

Acara penyaluran bantuan senilai Rp830 juta dari Baznas Wonosobo, di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo, Senin (13/7/2026). (Foto : wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan senilai Rp830 juta, melalui empat program unggulan, bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Pentasyarufan Baznas Triwulan II Tahun 2026 yang merupakan salah satu upaya memperkuat peran zakat, sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat ini, dilaksanakan di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo, Senin (13/7/2026).

Dilaksanakan Sosialisasi Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Baznas, dan Baznas Awards sebagai bentuk apresiasi kepada para muzaki, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan berbagai pihak yang berkontribusi dalam penguatan gerakan zakat di Kabupaten Wonosobo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, saat membacakan sambutan Bupati menyampaikan, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan modal sosial yang memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

“Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kita tidak hanya mengandalkan anggaran dan program pemerintah. Ada kekuatan besar yang tumbuh dari masyarakat, yaitu kepedulian dan gotong royong. Zakat, infak, dan sedekah merupakan wujud nyata dari kekuatan tersebut,” kata dia, seperti dirilis wonosobokab.go.id.

Selain itu, pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel akan mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Baznas menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan potensi zakat dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Baznas ingin memastikan semangat berbagi yang tumbuh di tengah masyarakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga benar-benar memberikan manfaat yang luas dan tepat sasaran,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, lembaga, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan masyarakat untuk mengoptimalkan pembayaran zakat melalui Baznas, termasuk melalui penerapan payroll system atau sistem pemotongan gaji secara langsung bagi ASN.

Menurutnya, semakin besar partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo H Priyo Purwanto menjelaskan bahwa pentasyarufan Triwulan II difokuskan pada empat program prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan momentum tahun ajaran baru.

Program Wonosobo Cerdas menyalurkan 1.185 paketperlengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP. Setiap paket senilai Rp470 ribu berisi tas, alat tulis, sepatu, kaus kaki, seragam sekolah, dan perlengkapan lainnya.

Pendistribusian bantuan ini juga dilakukan dengan menggandeng 60 pengemudi ojek online sebagai mitra Baznas, yang mengantarkan paket langsung ke sekolah-sekolah pada hari pertama masuk sekolah.

Seluruh kebutuhan, mulai dari ukuran sepatu hingga seragam, telah disiapkan berdasarkan data yang diperoleh dari masing-masing sekolah sehingga bantuan dapat diterima sesuai kebutuhan penerima.

Di bidang sosial, melalui Program Wonosobo Peduli, Baznas memberikan bantuan rehabilitasi Rumah TidakLayak Huni (RTLH) di 11 titik, masing-masing senilai Rp20 juta.

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang tinggal di rumah yang belum memenuhi standar kelayakan huni, dengan sebagian besar lokasi berada di wilayah kelurahan sesuai arah kebijakan pemerintah daerah.

Sementara itu, Program Wonosobo Sehat menyalurkan 157 paket bantuan kepada penderita tuberkulosis (TBC) yang tersebar di 22 puskesmas di Kabupaten Wonosobo. Setiap paket senilai Rp500 ribu berisi kebutuhan gizi, termasuk susu berprotein tinggi yang direkomendasikan Dinas Kesehatan sebagai pendamping pengobatan selama enam bulan.

Adapun melalui Program Wonosobo Makmur Sejahtera, Baznas memberikan bantuan penguatan usaha bagi dua warung kelontong melalui program Z-Mart di Kampung Kerkop, Kelurahan Wonosobo Barat dan Kampung Kalituren, Desa Surengede, Kecamatan Kertek.

Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp8 juta, terdiri atas Rp4 juta untuk tambahan stok barang dagangan dan Rp4 juta untuk penguatan identitas usaha serta penataan warung.

Lebih lanjut Priyo mengungkapkan bahwa masih banyak permohonan bantuan dari masyarakat yang belum dapat dipenuhi karena keterbatasan dana yang tersedia.

Oleh karena itu, peningkatan penghimpunan zakat menjadi kebutuhan penting agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program-program Baznas.

“Hari ini total pentasyarufan mencapai sekitar Rp830 juta untuk periode April sampai Juni 2026. Program-program ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun karena setiap triwulan memiliki prioritas sasaran yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada triwulan pertama Baznas lebih memfokuskan bantuan kepada kelompok fi sabilillah seperti imam masjid, marbot, dan guru ngaji menjelang Idulfitri.

Sedangkan pada triwulan kedua, prioritas diarahkan kepada pelajar, masyarakat kurang mampu, penderita TBC, pelaku usaha kecil, serta santunan bagi 250 anak yatim yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam.

Hingga akhir Juni 2026, penghimpunan zakat Baznas Kabupaten Wonosobo telah mencapai sekitar Rp4,6 miliar, atau lebih dari separuh target tahunan sebesar Rp8 miliar. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui dukungan pemerintah daerah, ASN, para muzaki, dunia usaha, serta masyarakat luas.

Melalui sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Baznas, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan ekonomi, serta mendorong kemandirian masyarakat.

Semangat kolaborasi tersebut sekaligus menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat solidaritas sosial, mengurangi angka kemiskinan, dan mewujudkan Kabupaten Wonosobo yang semakin sejahtera, adil, dan makmur. (HS-08)

 

 

254 Mahasiswa UIN Saizu Magang Mengajar di 164 SD di Banjarnegara

Hari Koperasi di Rembang Diisi Aksi Sosial dan Makan Bareng Lontong Tuyuhan