in

Dampak Banjir di Semarang, Belasan Perahu Nelayan Hanyut, Mobil Terseret Derasnya Arus

Salah satu mobil yang terseret arus banjir di Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Sebanyak belasan RW di tujuh kelurahan di Kecamatan Tugu dan Kecamatan Ngaliyan terkena dampak banjir bandang akibat hujan deras selama beberapa jam yang terjadi Minggu (6/11/2022) sore. Adapun kelurahan yang paling parah terdampak yakni Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, dan Mangunharjo di Kecamatan Tugu dan satu kelurahan Wonosari di Kecamatan Ngaliyan. Sedangkan tiga kelurahan lainnya yaitu, Karanganyar, Randugarut dan Tugurejo beberapa RW juga tergenang imbas banjir.

Dari pantauan, Senin (7/11/2022) pagi, salah satu titik terparah yakni luapan air banjir di RT 4 RW 4 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga menyebabkan tempat ibadah berupa musala ikut terendam. Karena lokasi musala dan rumah warga terdampak banjir tidak jauh dari titik tanggul sungai Plumbon yang jebol akibat tak kuat menahan debit air yang tinggi, sehingga meluap dan melimpas ke permukiman warga.

Ketinggian air saat banjir mencapai sebetis hingga sepinggang orang dewasa. Air masuk ke dalam rumah warga dengan membawa material lumpur, sekitar pukul 15.30 WIB dan banjir mulai surut pukul 21.00 WIB.

Salah satu warga Kamidah (52) mengatakan, banjir di permukiman warga diperparah dengan adanya tanggul jebol Sungai Plumbon sehingga luapan air melimpas cukup deras. “Bahkan di rumah warga dan musala yang dekat dengan sungai, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Karena tanggul jebol tidak kuat menahan luapan air sungai karena hujan deras siang,” ujarny saat ditemui Senin (7/11/2022).

Saat air masuk ke rumah, kata dia, dirinya langsung menyelematkan barang-barang elektronik dengan memindahkan ke tempat yang aman di tempat yang lebih tinggi. “Kalau kasur, tikar masih di bawah, tapi kulkas sudah dipindah ke atas,” imbuhnya.

Selain RW 4 di kelurahan Mangunharjo, dampak banjir cukup parah berada di RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan. Banjir bandang di RW 7 sendiri terjadi lantaran sheet pile Sungai Beringin, belum ditutup karena untuk akses alat berat.

Sementara banjir di RW 4 Kelurahan Mangunharjo, terjadi lantaran jebolnya tanggul Sungai Plumbon, penyebabnya tak lain adalah penyempitan aliran sungai dan sedimentasi yang sangat parah sehingga aliran air tidak lancar.

Setelah surut, sejak malam Minggu (6/11/2022) malam, hingga Senin (7/11/2022) pagi, warga nampak bergotong royong membersihkan sisa-sisa banjir berupa lumpur, dibantu petugas pemadam kebakaran, babinsa dan babinkamtibmas, dan petugas kebersihan Kecamatan Tugu. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan satu unit mobil untuk membantu membersihkan sisa lumpur di jalan dan dalam rumah warga. Ada pula warga yang sedang mengevakuasi barang-barang berharga ketempat lebih aman.

Ratusan Rumah

Ketua RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Mujidin menjelaskan, banjir bandang merendam dan menerjang ratusan rumah yang ada di RT 3,4,5,6,7,8, dan 9. Namun titik terparah ada di RT 8 karena letaknya dekat dari sheet pile dari proyek normalisasi sungai Beringin yang terbuka.

“Pukul 16.00 WIB itu air sudah masuk perkampungan dan langsung menyapu semua yang ada,” terangnya.

Dia mengaku masih melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak karena banjir ini. Harapannya bisa mendapatkan bantuan dari Pemkot Semarang. “Kalau jumlah rumah kita masih data, fokus kita ini membersihkan rumah dari lumpur,” jelasnya.

Saat banjir terjadi, pihaknya meminta warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kebetulan ada tandon air pamsimas yang digunakan untuk mengevakuasi anak-anak dan wanita.

Selain memporak-porandakan perkampungan, lanjut Mujidin, ada 18 perahu nelayan yang hanyut. Warga pun, langsung bergotong royong melakukan pencarian. “Lima perahu rusak parah, satu masih hilang sisanya rusak ringan,”ujarnya.

Mujidin berharap agar normalisasi Sungai Beringin bisa cepat rampung, tujuannya tak lain agar warga bisa terbebas dari ancaman banjir yang terjadi saat musim hujan.

Camat Tugu Pranyoto bersama Danramil 14 Tugu, Kapten Chb M Irwani meninjau dampak banjir di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Senin (7/11/2022).

Banjir Susulan

Danramil 14 Tugu, Kapten Chb M Irwani mengatakan, ada enam kelurahan yang terdampak banjir. Yaitu, Mangkang Kulon, Mangunharjo, Tugurejo, Mangkang Wetan, Randugarut, karanganyar.

Pasca banjir, dirinya mengaku telah berkordinasi pihak terkait seperti BBWS Pemali Juana, DPU, Damkar, BPBD Kota Semarang untuk memberikan bantuan droping logistik makanan dan membantu pembersihan lumpur akibat banjir di rumah warga.

“Dari pantauan, BBWS sudah turun tangan mengatasi tanggul jebol, ada yang rusak. Kalau di Mangkang Wetan karena side pile yang masih terbuka normalisasi Sungai Beringin. Satu titik belum ditutup karena akses keluar masuknya alat berat dan material. Mengantisipasi banjir susulan agar lebih aman, kami perintahkan kepada kontraktor untuk ditutup jangan dibiarkan terbuka dikhawatirkan jika tiba-tiba hujan turun airnya akan meluber ke permukiman warga,”katanya.

Memang, lanjut dia, ketinggian air bervariasi, ada yang mencapai satu meter di Mangkang Wetan, wilayahnya yang mendekati tambak dan laut. “Kalau di permukiman warga ketinggian airnya mencapai 40 sentimeter,” paparnya.

Camat Tugu, Kota Semarang, Pranyoto mengatakan, ada beberapa RW di Mangkang Wetan yang terdampak akibat normalisasi Sungai Beringin yang belum rampung, yakni di RW 1,2,3 dan terparah di RW 7. “Karena sheet pile masih terbuka, jadi air langsung masuk ke rumah warga,” katanya.

Mantan Sekcam Kecamatan Semarang Barat ini menerangkan, di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo, juga terdampak banjir cukup parah, lantaran ada titik tanggul yang jebol di RW 4 Kelurahan Mangunharjo. Adanya sedimentasi atau pendangkalan sungai yang parah, membuat sungai tidak bisa menampung debit air yang tinggi.

“Ini kita koordinasi dengan DPU dan BBWS untuk perbaikan tanggul. Sementara akan ditutup menggunakan karung pasir,” katanya.

Pihaknya mengaku masih melakukan pendataan rumah yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi Minggu (6/11/2022). “Jumlah rumah yang rusak, kami masih hitung. Fokus kami adalah logistik warga,” pungkasnya

Menurut informasi, akibat banjir di Wonosari, Kecamatan Ngaliyan yaitu di Perumahan Wahyu Utomo juga menyebabkan sebuah mobil milik warga terseret derasnya arus banjir. Adapun titik banjir di wilayah Wonosari juga terjadi di Perumnas Mangkang Indah, di RW 2. Dengan rata-rata ketinggian air mencapai 30-60 sentimeter saat banjir. Dan air banjir mulai surut pukul 21.00 WIB.(HS)

Pasang Wajah Ganjar, Kopi Tugiman Banjir Pesanan

Optimistis Hadapi Resesi 2023, Q3 2022 Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 Persen