in

Damkar Semarang Catat Ada Sebanyak 341 Kasus Kebakaran Terjadi Sepanjang 2024

Warga berkerumun di sekitar lokasi kebakaran sebuah gudang sisa kain perca di Jalan Raya Mangkang KM 16, beberapa waktu lalu.

HALO SEMARANG – Jumlah kasus kebakaran di Kota Semarang sepanjang tahun 2024 sebanyak 341 peristiwa. Jumlah ini turun dari tahun 2023 lalu yang mencapai 495 kejadian kebakaran.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, penurunan itu dipengaruhi dengan adanya fenomena alam La Nina yang meningkatkan curah hujan. Sementara pada tahun 2023 lalu, ada musim kemarau panjang akibat El Nino.

“Kalau dibandingkan dengan kasus kebakaran di tahun 2024 ada penurunan kejadian dari tahun 2023 lalu. Perbedaannya tahun 2024 ada 341 kejadian, dan tahun 2023 sampai 495 kasus kebakaran, jadi ada selisih 154 kejadian,” paparnya, Selasa (14/1/2025).

Bahkan, kata dia, pada tahun 2023 kejadian kebakaran bisa terjadi hingga lima kali dalam satu hari.

“Kebanyakan dari jumlah itu didominasi oleh kebakaran hutan, dan lahan hingga ilalang,” katanya.

Damkar pun, kata dia, terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana kebakaran dengan memonitor informasi suhu panas akibat El Nino dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kebakaran ilalang itu bisa empat sampai lima kali sehari di beberapa tempat,” jelasnya.

Mantan Camat Gajahmungkur ini menjelaskan, selain fenomena alam penurunan angka kebakaran juga dipengaruhi adanya edukasi dan sosialisasi massif dari Bidang Pemberdayaan, dan Partisipasi Masyarakat Damkar.

Selain itu, dia menjelaskan, pihaknya memberikan rekomendasi dalam pembangunan gedung-gedung baru di Kota Semarang. Dalam dua tahun terakhir, Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang mengeluarkan aturan tiap pembangunan gedung wajib mendapat rekomendasi ihwal pencegahan kebakaran.

“Sebingga bisa memperkuat sistem pencegahan kebakaran di bangunan gedung di Kota Semarang, khususnya gedung-gedung baru,” ujar Ade.

Damkar lanjut dia, juga memberikan edukasi kepada pemilik gedung dengan rutin melakukan pengecekan sistem alat pencegahan kebakaran. Satu di antaranya alat pemadam api ringan (APAR). Pihaknya juga membuka diri untuk pengontrolan berkala.

“Dan petugas kami akan mengecek gratis, tetapi petugas Damkar tidak bisa mengisi APAR, nanti yang mengisi ada perusahaannya sendiri. Caranya nanti bisa ajukan saja ke kami supaya kami bisa membantu dengan memberikan rekomendasi,” tandasnya.

Adapun kasus kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2024 yang menonjol, yaitu kebakaran besar yang melalap sebuah Pabrik Sepeda PT Roda Pasifik Mandiri di Kawasan Industri Terboyo Semarang, pada akhir November lalu. (HS-06)

Ibu Guru Terduga Pelaku Pencabulan Siswa di Grobogan Kini Dilaporkan

Aipda Robig Sudah Serahkan Memori Banding, Tolak Dipecat Polda Jateng