HALO KENDAL – Menawarkan sensasi terbang tandem paralayang dengan latar belakang pemandangan megah air terjun Curug Sewu dan hamparan perbukitan hijau dari ketinggian, “Curug 1000 Paralayang” menjadi salah satu destinasi wisata minat khusus dan sport tourism di Kabupaten Kendal.
Setelah viral di berbagai platform digital, seperti facebook, instagram, media online dan media sosial lainnya, wisata “Curug 1000 Paralayang” yang berada di Daya Tarik Wisata (DTW) Curug Sewu Kendal kini mulai menjadi pencarian para warganet, serta diminati berbagai kalangan, termasuk wisatawan lokal hingga mancanegara pasca-event KPXC 2026.
Dengan menawarkan destinasi dan pengalaman, pengunjung bisa merasakan sensasi terbang di atas air terjun DTW Curug Sewu, hamparan gunung, hamparan sawah, kebun cengkih, view laut, view flora dan fauna, nongkrong di take off, hingga view masa depan, serta view lainnya.
Parqlayang merupakan olahraga adrenallin tidak disarankan bagi riwayat jantung, anak-anak usia min empat tahun, dan orang dewasa dengan bobot maximal 120 kilogram dengan pertimbangan cuaca dan angin.
Selain menawarkan paket wisata jelajah Kendal, melalui akun official “Curug 1000 Paralayang”, banyak yang menanyakan terkait jadwal terbang, jarak terdekat dari suatu tempat, hingga cara reservasi.
Bukan hanya warga biasa, bahkan para pecinta atau pilot paralayang dari berbagai daerah di Indonesia juga merasa penasaran bisa merasakan sensasi terbang di atas air terjun Curug Sewu Kendal yang terkenal.
Pengelola Official “Curug 1000 Paralayang” Acmad Sutrisno mengatakan, pencarian warganet banyak di dasbor instagram dan tiktok. Menurutnya, pengunjung kebanyakan dari luar daerah dan luar Jawa Tengah, serta banyak yang melakukan view maupun like video terbang.
“Pengunjung di instagram kami sebagian besar menanyakan jadwal open trip DTW Curug Sewu dan sekaligus sewa paralayangnya. Selain itu, juga banyak yang menanyakan lokasi terdekat dari suatu daerah ke lokasi, hingga menanyakan cara reservasi,” bebernya, Sabtu (3/10/2026).
Acmad menjelaskan, untuk terbang tandem (on the spot) dibuka setiap weekend dan weekday (hari biasa) melihat kondisi cuaca dan wajib booking, dengan start mulai pukul 10.00 WIB di lokasi take off “Curug 1000 Paralayang”. Untuk harga tiket ia menyebut Rp 475 ribu per pack.
“Fasilitas yang didapat meliputi pilot berpengalaman dan berlisensi, set parasut standar internasional, ground crew take off atau kru darat lepas landas, ground crew landing atau kru darat saat mendarat, penjemputan di lokasi pendaratan, serta dokumentasi untuk pengunjung, baik foto maupun video,” jelasnya.
Acmad berharap, dukungan dari pemerintah daerah setempat untuk pengembangan wisata “Curug 1000 Paralayang” ke depan. Apalagi DTW Curug Sewu merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki dan dikelola Pemerintah Kabupaten Kendal.(HS)

