in

Cerita Zuhdi Warga Sukolilo Melawan Perampok hingga Akhirnya Serahkan Hartanya Karena Keluarga Diancam Dibunuh

Zuhdi Utsman warga Sukolilo, Kabupaten Pati Jawa Tengah yang menjadi korban perampokan saat dihadirkan di Polda Jateng, Rabu (12/2/2025). 

HALO SEMARANG – Bos sembako bernama Zuhdi Utsman warga Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menjadi korban perampokan pada Senin (20/1/2025) sekira pukul 01.30 WIB. Pria berusia 44 tahun ini menjadi korban kejahatan oleh tiga orang yang saat ini sudah ditangkap oleh Polda Jawa Tengah.

Ketiga pelaku masing-masing BW alias Komeng (33) warga Sukolilo, AK alias Pikek (39) warga Mayong dan FR alias Gondes (33) warga Kalinyamatan. Otak dari aksi perampokan ini adalah BW, yang merupakan tetangga Zuhdi sendiri.

Kejadian ini terjadi setelah dirinya dibangunkan karena diancam oleh BW dan AK yang menerobos masuk ke rumahnya. Dada Zuhdi saat itu ditodong menggunakan parang.

“Waktu itu tidur, ujug-ujug (tiba-tiba) kaget terbangun parang sudah di dada saya, diancam,” ujar Zuhdi saat dihadirkan dalam rilis kasus di Polda Jateng, Rabu (12/2/2025).

Dia kemudian dipaksa untuk beranjak dari tempat tidurnya. Zuhdi sempat melawan hingga kemudian didorong hingga ada goresan luka di dahinya.

“Terus saya bangun, tapi malah didorong terus sampai ke lantai, parang nancep ke busa sama mengenai batuk (kepala) saya,” katanya.

Wajah Zuhdi juga sempat dibekap oleh kedua pelaku. Dia kemudian ditodong menggunakan pistol yang ternyata korek api. Zuhdi pun kemudian menuruti kemauan pelaku karena diancam istri dan anaknya akan dibunuh.

“Setelah itu, pelaku ambil bantal, saya dibekap wajah saya. Saya disuruh diam, kalau diam tidak dibunuh. Terus diikat, dia ngeluarin pistol. Saya, anak saya, isteri diikat. Terus minta kunci lemari,” paparnya.

Selain meminta kunci lemari, Zuhdi juga dipaksa untuk menunjukan harta benda lainnya. Para pelaku memaksa dengan memukulkan parang ke kepalanya.

“Nopo nyuwune yo dituruti (apa maunya ya dituruti). Setelah minta uang itu, terus minta perhiasan. Pas minta perhiasan itu kepala saya dipukul pakai sajam, dipukul sekali tapi keras, kepala saya pusing,” katanya.

Akibat kejadian ini, Zuhdi harus merugi ratusan juta. Uang tunai senilai Rp. 261 juta raib. Padahal uang ratusan juta itu adalah titipan dari sales rokok.

“Saya usaha kelontong. Uang itu kan mau saya setoran rokok, saya dipasrahi mobil sama sales. Mau saya setoran pagi tadi, kan saya di kasih tempo Senin setor,” paparnya.

Saat ini, ketiga pelaku sudah diamankan di Polda Jateng. Sebelum melancarkan aksinya, BW memantau aktivitas korban selama dua bulan.

Ketika berpura-pura membeli di toko korban, BW juga mencari tahu dimana korban menyimpan hartanya. Setelah informasi dikumpulkan, BW kemudian mengajak teman-temannya untuk melakukan perampokan.

“BW dapat data kemudian dia ajak temannya FR dan AK untuk merampok. Pelaku FR menjaga di luar, memonitor situasi, BW dan AK masuk ke rumah korban atau eksekusi. AK mendobrak pintu kemudian mematikan sekring listrik,” ujar Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio.

Setelah berhasil masuk, BW dan AK kemudian mengancam korban dan keluarganya dengan menggunakan pistol yang ternyata korek api. BW seolah-olah membuat mainan itu seperti senjata sungguhan. Selain pistol korek api, BW dan AK juga membawa golok dan parang untuk menakut-nakuti korban dan keluarganya.

Sempat terjadi perlawanan dari korban. Namun karena BW dan AK mengancam akan membunuh, korban dan keluarganya akhirnya mau tak mau menurut.

“Kemudian pelaku mengikat dan mengancam para korban dengan kata-kata kamu milih bondo apa nyowo (kamu pilih harta apa nyawa). Kemudian korban dan saksi menunjukan hartanya. Kerugian Rp. 261 juta dan hanpdhone,” terangnya.

Setelah berhasil merampok, para pelaku melarikan diri. Korban kemudian juga membuat laporan di Polreta Pati. Menerima informasi itu, kepolisian berhasil menangkap para pelaku di Kabupaten Jepara.

Dari penangkapan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti termasuk motor dan perhiasan yang dibeli para pelaku dari hasil perampokan. (HS-06)

Gelar Peringatan Isra Mikraj, Wakapolri : Mohon Kemudahan Jalankan Tugas Dukung Program Pemerintah

Pemkot Semarang Mulai Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun