in

Cerita Jemaah Haji ketika Saudia Airlines Dapat Ancaman Bom

Tahani dan Fahrurozi, Anggota Jemaah Haji Asal Kloter JKS 12 (Foto : kemenag.go.id)

 

 

HALO SEMARANG –  Anggota jemaah haji asal Depok yang masuk Kloter JKS-12, Tahani mengaku tak pernah membayangkan akan mengalami peristiwa menegangkan dalam penerbangannya pulang dari Tanah Suci.

Pesawat Saudia Airlines yang mengantarkannya pulang bersama ratusan anggota jemaah haji itu harus mendarat darurat di Medan, Sumatera Utara, lantaran mendapat ancaman bom.

Dia mengaku peristiwa tersebut membuat dia dan semua orang yang berkaitan dengan penerbangan itu cemas.

Namun kemudian dia bersyukur, bukan saja lantaran ancaman tersebut tidak terbukti, melainkan dia juga sempat membeli oleh-oleh khas Medan.

“Alhamdulillah kami semua baik-baik saja. Bahkan bisa dibilang berakhir bahagia. Kami pulang lewat Medan dan bisa bawa oleh-oleh bolu Meranti untuk keluarga,” ucap Tahani, setiba di Bandara Soekarno-Hatta, belum lama ini.

Sinergi

Tahani memuji kesiapan dan kolaborasi antarlembaga dalam penanganan situasi tersebut.

“Kami merasa sangat diperhatikan. Dari kesehatan, keamanan, sampai logistik selama di Medan. Semua berjalan rapi dan manusiawi,” kata Tahani yang berangkat haji bersama dengan sang suami Fahrurozi.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, otoritas bandara, dan semua petugas lapangan.

“Kami jadi tenang, keluarga di Depok juga tidak panik karena komunikasi lancar,” imbuhnya.

Perjalanan pulang Tahani dari tanah suci menggunakan maskapai Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5275 seharusnya langsung dari Jeddah menuju Jakarta.

Namun pada Selasa (17/6/2025), pihak maskapai menerima email berisi ancaman bom.

Pesawat yang membawa 442 orang anggota jemaah haji kloter JKS-12 itu pun, dialihkan ke Bandara Kualanamu, Medan, untuk evakuasi dan pemeriksaan menyeluruh.

“Ancaman ini berasal dari pihak eksternal, bukan dari jemaah. Tapi protokol keamanan tetap harus dijalankan. Semua barang dan pesawat kami periksa ulang,” jelas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, seperti dirilis kemenag.go.id.

Tak ditemukan benda mencurigakan. Namun demi kehati-hatian, jemaah diinapkan di tiga hotel sekitar bandara, didampingi petugas hingga waktu penerbangan ke Jakarta esok harinya.

Sementara itu Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Asri Santosa mengatakan pihaknya menerima informasi jam 07.30 WIB.

“Pesawat Arab Saudi ini ketika melintasi wilayah Indonesia itu kami mendapat informasi jam 07.30 WIB, ada sebuah email yang masuk ke Jakarta. Kemudian di situ ada ada ancaman bom. Di situ jelaskan bahwa pesawat akan diledakkan ketika nanti landing di Jakarta,” ujarnya.

Setelah mendapatkan informasi email ancaman tersebut, Kementerian Perhubungan lantas memberitahukan ke pilot.

Kemudian pilot yang mendapatkan informasi itu memutuskan untuk mendarat darurat ke bandara terdekat yakni Bandara Kualanamu Internasional.

“Tetapi sesuai dengan aturan yang kami miliki yakni Kementerian Perhubungan, terkait penanganan gawat darurat maka akan mengaktifkan EOC, adalah emergency operation center,” jelasnya.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan aparat terutama kepolisian, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan Avsec.

Setelah pesawat mendarat darurat di Bandara Kualanamu Internasional, penumpang diminta turun dari pesawat tanpa membawa apapun.

Mereka diamankan ke suatu tempat, sehingga mereka bisa ditangani lebih lanjut dari segi imigrasi dan yang lain-lain.

Setelah penumpang dievakuasi dengan selamat, petugas dari Jihandak dan TNI melakukan pengamanan untuk selanjutnya memindahkan pesawat ke area yang terisolasi.

Kemudian Jihandak turun dengan pakaian lengkap mengamankan semua seluruh bagian pesawat. Dari mulai cabin cargo sampai hal sekecil kecilnya.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang bawaan penumpang. Setelah melakukan screening, petugas tidak menemukan bom. Namun begitu, petugas masih melakukan pemeriksaan menyeluruh, hingga semua dipastikan aman. (HS-08)

Pegawai Baru RSUD dr H Soewondo Kendal Ikuti Orientasi

Layanan TBC Gratis, Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi SDM Indonesia