in

Cegah Radikalisme, Divisi Humas Polri Gelar Silaturahmi Kamtibmas di Semarang

Kabag Penum, Kombes Pol Nurul Azizah memimpin tim dari Divisi Humas Mabes Polri, melaksanakan silaturahmi Kamtibmas di Polres Semarang. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Agama Islam mengajarkan toleransi dan cinta damai. Orang Islam tidak boleh melakukan kekerasan kepada sesama manusia, meskipun beda keyakinan.

Hal itu disampaikan mantan narapidana teroris, Nassir Abbas, dalam silaturahmi Kamtibmas yang diselenggarakan Divisi Humas Polri, di Polres Semarang.

Tim dari Divisi Humas Mabes Polri, dipimpin Kabag Penum, Kombes Pol Nurul Azizah.

Lebih lanjut Nassir Abbas yang pada kesempatan itu hadir bersama Puji, sesama mantan napi teroris, mengatakan radikalisme sudah ada sejak kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Saat itu DI/TII pimpinan Karto Suwiryo, menghendaki  pada 1949 Indonesia menjadi negara Islam.

Saat ini pun, menurut dia masih ada kelompok-kelompok yang berpaham radikal di Indonesia.

“Oleh karena itu perlu pemahaman bahwa Negara Indonesia itu berdasarkan Pancasila yang menghargai perbedaan,” kata Nassir, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Dalam sambutannya, Kapolres Semarang, AKBP Achmad Oka Mahendra menyampaikan pencegahan penyebaran faham radikal di kalangan masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab jajaran kepolisian, namun harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Maka dari itu kegiatan silaturahmi Kamtibmas yang mengangkat masalah radikalisme dan terorisme, sangat penting untuk menjaga kamtibmas menjadi kondusif.

”Tema yang diangkat tentang kegiatan kontra radikal, yaitu “Terorisme Musuh Kita Bersama”, di mana penyebaran paham radikalisme saat ini masih ada di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan ini penting dilakukan agar situasi kamtibmas dapat kondusif,” ungkap AKBP Achmad Oka.

Sementara itu, perwakilan FKUB HM Toha menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan Divisi Humas Polri, di Polres Semarang ini.

“Kami mewakili FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan santri yang hadir di Forum ini sangat mengapresiasi kegiatan ini,” kata dia.

Melalui kegiatan semacam itu, pihaknya mendapat pengetahuan hingga ke akar akarnya tentang radikalisme, bahkan langsung dari mantan pelaku pelaku tindakan radikalisme dan terorisme.

“Harapan kami agar masyarakat terutama generasi penerus bangsa dapat terhindar paham radikalisme, maka cara ini merupakan cara yang tepat untuk mencegah hal tersebut terjadi,” imbuh HM Toha.

Pada akhir kegiatan, Ketua Tim, Kombes Pol Nurul Azizah mengucapkan terima kasih kepada Polres Semarang, yang menerima dan memfasilitasi kegiatan Silaturahmi Kamtibmas kali ini.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Kapolres beserta jajaran, yang sudah menerima kami serta memfasilitasi kegiatan kali ini, sehingga kegiatan Silaturahmi Kamtibmas di Polres Semarang dapat berjalan lancar dan sukses dengan audience yang luar biasa. Harapan kami Polri sebagai penegak hukum dan penghubung antara masyarakat dan hukum, kami siap sedia membantu mencegah dan memerangi paham radikalisme,” tutup Kombes Pol Nurul Azizah.

Kegiatan dihadiri pula oleh tokoh, di antaranya pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Ungaran Timur, M Rohadi beserta sejumlah santri; pengasuh Ponpes Al Ikhlas Ungaran Barat, Gus Syukron beserta sejumlah santri; tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toha; dan Kepala SMK NU Ungaran, Ahmad Hanik selaku perwakilan tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar SMK Visi Media Indonesia. (HS-08)

Peringati Hari Pahlawan, Wamenparekraf Tabur Bunga di TMP Kusuma Bangsa Surabaya

Konstruksi Tuntas, Bendungan Cipanas Siap Diresmikan untuk Suplai Irigasi dan Air Baku Kawasan Rebana Jawa Barat